Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemkab Tulungagung Kantongi Asessmen Ibu yang Membunuh Bayi di Boyolangu, Hasilnya Mencengangkan

Aditya Yuda Setya Putra • Selasa, 12 Agustus 2025 | 21:58 WIB

Bayi ditemukan tewas dan diduga jadi korban kekerasan ibu kandungnya sendiri di wilayah Boyolangu, Tulungagung. Tampak jenazah bayi saat diotopsi di RSUD dr Iskak Tulungagung, Minggu (3/8/2025).
Bayi ditemukan tewas dan diduga jadi korban kekerasan ibu kandungnya sendiri di wilayah Boyolangu, Tulungagung. Tampak jenazah bayi saat diotopsi di RSUD dr Iskak Tulungagung, Minggu (3/8/2025).

RADAR TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung akhirnya turun tangan menyikapi kasus ibu bunuh bayi di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu dengan melakukan asesmen.

Usai melakukan asesmen atas MA, 23, Pemkab Tulungagung memutuskan untuk mengajukan bantuan ke Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung.

Asesmen dilakukan di pekan lalu. Dalam prosesnya Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung juga melakukan upaya pendampingan pada MA.

Baca Juga: Ibu di Tulungagung yang Diduga Bunuh Bayi Sendiri Perlu Pendampingan Psikolog untuk Penanganan Kasus

Hasilnya, dinas mendapati kondisi psikologis dan rumah tinggal MA di Desa Sanggarahan cukup memprihatinkan.

"Terkait pendampingan dari dinas sosial kita telah melakukan asesmen ke lokasi dan juga ke pelaku daripada ibu tersebut. Memang ketika kita masuk itu kondisinya cukup memperhatikan sekali," kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Tulungagung, Efif Sakti Wibowo.

Efif menambahkan, petugas juga tidak mendapati adanya perabotan untuk menunjang kehidupan sehari-hari di dalam rumah MA. Itu sebabnya, dinas segera mengajukan bantuan ke Sentra Terpadu Kartini Temanggung.

Baca Juga: Bayi di Tulungagung Diduga Tewas di Tangan sang Ibu Kandung yang Ditenggelamkan di Ember, Dikubur di Samping Rumah, Polisi Beber Fakta Hasil Otopsi

"Setelah kita melakukan pendampingan, kita lihat kondisinya seperti itu, kita bersama dengan dinas KB mengajukan usulan bantuan ke sentra terpadu Kementerian Sosial yang ada di Temanggung untuk bagaimana terpenuhinya kebutuhan dasar daripada si ibu ini," bebernya.

Ada berbagai item yang diajukan. Mulai dari perabotan rumah, perlengkapan tidur, danjuga makanan-minuman. Menurut Efif, MA tidak terbiasa memasak sendiri di rumah.

Itu sebabnya dinas meminta bantuan dari pemerintah desa setempat dan juga warga di sekitar rumah MA untuk ikut membantu MA.

Baca Juga: Warga Tulungagung Dibikin Gempar dengan Bayi Ditemukan Terkubur di Samping Rumah, Polisi Ungkap Kronologi Temuan, Perempuan Muda Diamankan

Khususnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk dalam pengolahan bahan mentah menjadi makanan siap santap.

"Seperti kita ajukan ada peralatan dapurnya ya hal-hal yang digunakan untuk menunjang kebutuhan dasarnya," ujar Efif lagi.

Awal pekan ini, dinsos memastikan sudah mendapat lampu hijau dari Temanggung. Itu artinya, pemkab tinggal menanti waktu pencairan bantuan yang sudah diajukan.

"Alhamdulillah dari sana sudah di-acc, tinggal nunggu pencairannya. (Penyaluran bantuan) satu kali. Cuman kita upayakan agar sekali itu tapi semua kebutuhan yang ada di rumah itu terpenuhi," jelasnya.

Baca Juga: Perawatan Kulit Bayi Ala Ibu di Tulungagung, Rahasia Tradisional yang Terbukti Aman

Dinas juga menilik kepesertaan MA pada program-program bantuan periodik milik pemerintah. Hasilnya, ibu muda itu dipastikan hanya terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan.

Sebagai tindak lanjut, dinsos juga mengajukan yang bersangkutan ke berbagai program bantuan pemerintah.

"Iya. Melihat situasi seperti itu kita upayakan untuk lebih optimal untuk dapat bantuan lainnya. BLT, BPNT, iya (program bantuan) seperti itu," pungkasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#bunuh bayi #tulungagung #kementerian sosial #asesmen