RADAR TULUNGAGUNG - Ratusan hektare sawah padi di Tulungagung diserang hama wereng beberapa waktu belakangan.
Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung mengungkapkan bahwa kondisi itu disebabkan periode kemarau basah yang membuat hama wereng berkembang biak secara masif.
Baca Juga: SPI Agustus Resmi Bergulir, Dinas Pertanian Mulai Monitoring Perdana Bibit di 10 Sekolah
Kepala Dispertan Tulungagung, Suyanto mengaku bahwa serangan hawa wereng mulai masif terjadi pada periode Juli-Agustus.
Diketahui bahwa kondisi ini juga terjadi di berbagai wilayah lain. Dinas segera memetakan luasan lahan yang terdampak serangan hama wereng dalam sebulan terakhir.
Hasilnya, diketahui bahwa 15 kecamatan di Tulungagung mengalami dampak serangan wereng yang signifikan.
"Tidak hanya Tulungagung saja. Merata di kabupaten/kota lain itu juga hama wereng yang meningkat di wilayah pertanian di beberapa daerah. Luas lahan yang terdampak khususnya Tulungagung itu 15 kecamatan dengan (luas) 652,02 hektare (Ha)," ucapnya.
Baca Juga: Pertanian di Tulungagung: Pilar Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal
Patut diingat, jumlah yang disebutkan di atas merupakan luasan lahan yang dilaporkan oleh masyarakat dan ditangani dinas.
Sementara itu, dinas belum dapat memastikan potensi munculnya serangan hama wereng di wilayah lain sebelum mendapat laporan dari masyarakat atau kelompok tani (poktan).
Baca Juga: Pemkab Tulungagung Kembali Ajukan Pompa Irigasi untuk Dukung Produksi Pertanian
"Tidak ada laporan ya tidak bisa. Yang tidak tertangani kita tidak bisa mengevaluasi," akunya.
Beberapa wilayah mengalami dampak serangan hama wereng dengan skala lebih masif dari wilayah lain.
Bahkan, lahan sawah seluas 25 Ha di masing-masing wilayah Desa Sukoharjo dan Desa Kesambi, keduanya di Kecamatan Bandung serta Desa Sembon, Kecamatan Karangrejo dilaporkan mengalami serangan hama.
Lalu, hal serupa juga terjadi di lahan seluas 30 Ha di wilayah lain di Desa Suruhan Kidul, Kecamatan Bandung.
Buntutnya, 110 poktan di Tulungagung mengajukan bantuan penanganan kepada dinas selama Juli-Agustus.
"Kita punya buffer stock pestisida dari kegiatan APBD Tulungagung. Kemudian buffer stock pestisida di Dinas Pertanian Jawa Timur. Bisa diakses oleh kelompok tani yang lahan tanamnya terkena serangan hama wereng," kata Yanto.
"Kelompok tani mengajukan permohonan pestisida ke dinas pertanian yang sudah direkomendasi oleh petugas PUPT yang diketahui oleh PPL sesuai wilayah binaannya," imbuhnya lagi.
Mantan Camat Ngantru ini mengungkapkan, kemarau basah jadi alasan utama penyebab meningkatnya serangan hama wereng dalam satu atau dua bulan terakhir.
Itu sebabnya, jumlah produksi panen padi di masa tanam (MT) II tahun ini diprediksi bakal turun, meski dinas juga ditarget mampu menambah luas tanam padi.
Untuk diketahui, tahun ini dinas ditarget menambah luas lahan sekitar 17.668 Ha. Adapun realisasi hingga Juli mencapai sekitar 17.531 Ha.
Meski realisasi luas tanam terbilang baik, dinas masih harus fokus pada penuntasan masalah hama wereng. ****
Editor : Dharaka R. Perdana