RADAR TULUNGAGUNG – Kebakaran besar melanda sebuah tempat produksi biliar di Dusun Gendingari, Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, pada Selasa malam (12/8).
Peristiwa ini menghanguskan seluruh bangunan dan peralatan produksi, dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Baca Juga: Kebakaran Besar Landa Spanyol, Ribuan Penduduk Dilarang Keluar Rumah
Kasi Operasi dan Pemadaman Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 23.15 WIB.
Saat itu juga, Tim Damkar langsung bergerak ke Tempat Kejadian Kebakaran (TKK) dan tiba di lokasi pada pukul 23.26 WIB.
Baca Juga: Tulungagung Dilanda 30 Peristiwa Kebakaran Selama 6 Bulan Terakhir, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
“Kami langsung melakukan upaya pemadaman. Akhirnya kami berhasil menguasai api pada pukul 00.40 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini,” ujar Bambang.
Api diketahui mulai berkobar sekitar pukul 22.30 WIB. Berdasarkan keterangan sementara, sumber api diduga berasal dari puntung rokok yang membakar area pemotongan tripleks di sisi barat bangunan.
Kobaran api cepat membesar karena banyaknya material mudah terbakar di lokasi, seperti triplek dan peralatan produksi. Sehingga api merembet ke beberapa bagian dan semakin tidak terkendali.
Untuk memadamkan api, Damkar Tulungagung mengerahkan dua armada pemadam dan dua unit water supply, dibantu oleh personel dari Polsek Kedungwaru, tim Inavis, serta petugas analisis kebakaran.
Baca Juga: Jika Menyimpan Keris Ini, Rumah Anda akan Terhindar dari Kebakaran
Selain itu, sejumlah perwira Damkar termasuk Kasi Operasi dan Pemadaman, Kasi Penyelamatan, serta tim Baruna 1, 2, dan 3, turut berada di lokasi.
Meski api berhasil dipadamkan, seluruh bangunan dan peralatan, termasuk mesin gerinda, ludes terbakar.
Menurut keterangan pemilik usaha, Bambang Yuliono, mengaku mengalami kerugian besar akibat peristiwa kebakaran ini.
Bambang Pidekso menegaskan bahwa Damkar Tulungagung akan terus mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya di lokasi yang menyimpan bahan mudah terbakar. ****
Editor : Dharaka R. Perdana