RADAR TULUNGAGUNG – Warga Desa/Kecamatan Tanggunggunung, Tulungagung jengah pada kondisi jalan rusak di desa mereka.
Meski berstatus jalan kabupaten, namun kondisi rusak parah dan sudah bertahun-tahun belum diperbaiki. Dan warga sempat menanami pohon pisang di tengah jalan.
Camat Tanggunggunung, Deddy Eka Purnama, menjelaskan bahwa aksi tuntutan tersebut digelar warga di kantor desa setempat.
Baca Juga: Jalan Bukan Tempat Merokok! Ancaman Nyata Kesehatan dan Keselamatan Pengendara
Aksi tersebut ditujukan untuk Kepala Desa Tanggunggunung agar segera mengutamakan pengusulan perbaikan jalan di desanya yang rusak parah.
Jalan yang dimaksud merupakan jalan yang cukup krusial di Desa Tanggunggunung, Tulungagung.
Menurut dia, prioritas pembangunan saat ini adalah perbaikan jalan poros yang menjadi akses utama antar kecamatan dan menuju jalur lintas selatan (JLS).
“Informasinya, tahun ini sudah direncanakan pembangunan jalan poros di wilayah Tahap Gunung. Untuk jalan penghubung di tengah dusun akan diusulkan pada tahap berikutnya, dan direncanakan masuk prioritas pada 2026,” terang Deddy, Kamis (14/8/2025).
Deddy menambahkan, aspirasi warga telah disampaikan kepada kepala desa dan langsung diteruskan ke Bupati Tulungagung serta Kepala Dinas PU.
Dalam pertemuan tersebut, kepala desa beserta warga juga menyerahkan proposal perbaikan jalan.
Baca Juga: Jalan Kabupaten di Desa Bendiljati Wetan Tulungagung Rusak, Segini Panjangnya
Sementara itu, Kepala Desa Tanggunggunung, Asmiatin, membenarkan bahwa usulan tersebut sudah diterima oleh Bupati dan Plt Kepala Dinas PUPR. “Alhamdulillah, proposal sudah diterima dan Insyaallah diprioritaskan pada 2026,” ujarnya.
Aksi damai tuntutan warga atas jalan rusak tersebut berlangsung di Kantor Desa Tanggunggunung pada Rabu (13/8/2025) dan diikuti sekitar 100 warga.
Setelah itu, kades beserta perwakilan lima orang bersama perangkat desa, BPD, pihak kecamatan, dan polsek setempat mengantarkan langsung proposal ke kantor bupati.
Pemerintah Kecamatan Tanggunggunung mengimbau warga untuk tetap bersabar menunggu proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.
“Kami harap warga tetap berhati-hati saat melintas dan menjaga kondusivitas wilayah sambil menunggu realisasi pembangunan,” pungkas Deddy. ****
Editor : Dharaka R. Perdana