Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Wow, Populasi Hewan Ternak Terus Meningkat, Begini Rinciannya

Aditya Yuda Setya Putra • Minggu, 17 Agustus 2025 | 04:12 WIB

 

Petugas Disnakeswan Tulungagung memeriksa kesehatan sapi milik masyarakat.
Petugas Disnakeswan Tulungagung memeriksa kesehatan sapi milik masyarakat.

RADAR TULUNGAGUNG - Jumlah populasi hewan ternak di Tulungagung terpantau meningkat dalam dua tahun terakhir.

Itu sebabnya, pemkab menilai perlu mengoptimalkan vaksinasi sebagai langkah ansitipatif atas penyakit mulut dan kuku (PMK) agar tidak semakin merebak di Tulungagung.

Baca Juga: Bukan Hanya Manusia dan Hewan, Ternyata Tumbuhan Juga Bisa Berkomunikasi

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Tulungagung, Mulyanto menerangkan, jumlah populasi ternak pada 2024 lalu mengalami peningkatan dibanding 2023.

Rinciannya, pada 2023, jumlah kambing mencapai 169 ribu ekor, domba 9 ribu ekor, dan sapi potong mencapai 122 ribu ekor.

Baca Juga: Ngobrol dengan Hewan Peliharaan, Ada Manfaat Nyatanya untuk Kesehatan Mental dan Emosional

Lalu, jumlah itu meningkat pada 2024 lalu. Yakni, jumlah kambing mencapai sekitar 173 ribu, domba sekitar 9.400 ekor, dan sapi sekitar 126 ribu ekor.

Dia mengungkapkan bahwa Tulungagung jadi salah satu penyumbang populasi sapi terbesar di provinsi. "Untuk sapi populasi 126 ribu ekor. Kalau sapi kita nomor 15 dari Provinsi Jawa Timur," sebutnya.

Baca Juga: Peternakan Tahun 2025 Semakin Sukses : Inovasi dan Peluang Cerah di Dunia Ternak

Meski begitu, Mulyanto mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah populasi sapi tidak bisa dibilang signifikan.

Alasannya, PMK yang kembali merebak di wilayah Tulungagung selama periode akhir 2024 hingga awal 2025 cukup memukul sektor perniagaan hewan ternak, khususnya sapi. Tapi, hal ini bisa diantisipasi dengan menggenjot vaksinasi PMK.

Baca Juga: Kecamatan Rejotangan di Tulungagung Jadi Lumbung Pertanian hingga Geliat Ternak Rakyat

"Untuk sapi potong, dengan adanya PMK, istilahnya semakin menurun. Juga kecepatan pengendalian di Kabupaten Tulungagung itu lebih cepat, sehingga bisa menjaga situasi," akunya.

Untuk diketahui, Pemkab Tulungagung kembali mendapat tambahan alokasi vaksin PMK di bulan lalu. Rinciannya, 552 botol atau setara dengan 13.800 dosis vaksin PMK.

Dropping vaksin diterima pada 11 Juli lalu. Alokasi yang ada segera disebarkan ke masing-masing puskeswan yang ada di Tulungagung.

"Kalau vaksinasi terus kami lakukan. Sepanjang ada vaksin dropping, terus dilakukan. Bahkan ini mulai dari Januari sampai sekarang ya ndak berhenti," terangnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #populasi #hewan ternak #meningkat