TULUNGAGUNG - Di tengah gaya hidup serbacepat dan layar gawai yang terus menyala, banyak orang termasuk di Tulungagung mulai rindu dengan ketenangan.
Kata healing di Tulungagung pun jadi populer identik dengan liburan ke pegunungan, staycation di hotel instagramable, atau jalan-jalan ke tempat wisata yang ramai dikunjungi.
Tapi, di Tulungagung, ada versi healing yang jauh lebih sederhana, membumi, dan tetap menyegarkan jiwa jalan sore di pematang sawah.
Baca Juga: Jam Tiga Sore di Tulungagung: Waktu Sakral untuk Gorengan dan Obrolan Ringan
Bagi warga kampung, aktivitas ini bukan sekadar kebiasaan, tapi bagian dari ritme harian.
Saat matahari mulai condong ke barat dan udara mulai sejuk, para petani perlahan mengakhiri aktivitasnya.
Anak-anak mulai keluar rumah, ibu-ibu menggulung lengan setelah mencuci piring sore, dan para bapak menggantung cangkul sambil mengusap keringat.
Momen inilah yang menandai waktu “jalan sore” di pematang sawah.
Baca Juga: Punten Pecel Tulungagung: Makanan Tradisional yang Cocok Dinikmati Pagi atau Sore Hari
Hamparan sawah yang menghijau, jalan setapak kecil di tengah petak-petak padi, dan langit senja yang berwarna keemasan menciptakan pemandangan yang luar biasa indah tanpa perlu editan filter.
Anak-anak berlarian sambil main kejar-kejaran, ada juga yang iseng main lumpur. Sementara itu, pasangan muda-mudi berjalan berdampingan, kadang diam-diam saling curi pandang.
Orang tua duduk di gubuk sawah, ngobrol ringan tentang hasil panen, harga pupuk, atau sekadar menertawakan lelucon receh khas kampung.
Baca Juga: Sore di Depan SD Tulungagung Penjual Cilok, Anak-Anak, dan Suara Bel Pulang Sekolah
Di beberapa titik, suara jangkrik mulai terdengar, angin sepoi-sepoi membawa aroma tanah basah, dan sinar matahari yang menyelinap di sela-sela dedaunan membuat suasana makin syahdu.
Tanpa disadari, tubuh jadi rileks, pikiran tenang, dan hati terasa lebih ringan.
Inilah bentuk healing alami yang tidak bisa didapat dari pusat perbelanjaan atau scrolling media sosial.
Tradisi jalan sore ini memang tampak sederhana, tapi justru di situlah keistimewaannya. Mengandung nilai kebersamaan, keterhubungan dengan alam, dan rasa syukur terhadap kehidupan yang tenang di desa.
Aktivitas ini bukan hanya soal fisik yang bergerak, tapi juga tentang membersihkan pikiran dan menyatu dengan alam.
Baca Juga: Nasi Pecel Pagi Hari Tulungagung Menu Wajib Sebelum ke Sawah
Di era sekarang, di mana segalanya dinilai dari seberapa estetik atau seberapa viral sebuah tempat, jalan sore di pematang sawah bisa jadi “hidden gem” yang belum banyak disadari nilainya.
Tulungagung punya banyak spot indah seperti ini dari sawah-sawah di pinggiran Kauman, Campurdarat, hingga Boyolangu yang menyimpan pesona alami luar biasa.
Jadi, kalau kamu sedang penat dengan rutinitas dan ingin mencari kedamaian tanpa harus merogoh kocek dalam, cobalah pulang kampung atau sekadar main ke desa.
Nikmati jalan sore di pematang sawah versi healing yang murah meriah, tapi efeknya bisa menenangkan sampai ke hati. ****
Editor : Dharaka R. Perdana