TULUNGAGUNG - Upacara peringatan kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia (RI) digelar di halaman kantor Bupati Tulungagung, Minggu (17/8/2025). Di momen ini, pimpinan daerah kembali mengingatkan pentingnya menjaga rasa persatuan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengungkapkan, pemkab bertekad untuk mengedepankan persatuan dalam upaya membangun daerah. Ini sesuai dengan semangat kemerdekaan yang diusung di momen kemarin.
"Bagaimana kita bisa membangun Tulungagung yang penuh adil, aman, tertib. Tentunya harus dirasakan masyarakat di seluruh Kabupaten Tulungagung tanpa terkecuali. Tanpa membedakan golongan, agama, dan suku," tegasnya.
Dia juga mengungkapkan pentingnya menjaga kondusivitas dalam berkehidupan. Tujuannya agar seluruh program pembangunan bisa digelar secara baik dan berkelanjutan.
"Semoga niatan baik kita ini nanti ke depan bisa diijabahi oleh Allah Subhanahu Wata’ala," sebutnya.
Di sisi lain, dia juga mengaku masih ada banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus segera dituntaskan oleh pimpinan daerah. Utamanya di sektor pelayanan masyarakat, termasuk infrastruktur.
Dengan begitu, selain berupaya melakukan pengadaan dari APBD, pemkab juga gencar berkomunikasi dengan pimpinan di tingkat pusat dan provinsi untuk pengadaan anggaran.
"PR kita yaitu memang kondisi jalan di Tulungagung ini kerusakannya luar biasa. Itu kewajiban kita. Kita tidak ada alasan bagaimana kalau anggaran APBD itu memang tidak bisa maksimal. Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk mencari bantuan dari provinsi juga pemerintah pusat," bebernya.
"Alhamdulillah di akhir tahun nanti minimal 30 persen jalan yang rusak di Tulungagung bisa kita laksanakan (perbaikannya) dengan niatan yang baik," tandasnya.
Baca Juga: Hidup Minim Sampah di Tulungagung, Ada 10 Cara yang Bisa Dimulai dengan Tindakan Sederhana
Untuk diketahui, pemkab mengajukan bantuan anggaran sekitar Rp 100 miliar (M) ke pemerintah pusat untuk pemenuhan kebutuhan di sektor-sektor esensial.
Sebab, jumlah APBD belum cukup untuk menutup berbagai macam kebutuhan yang ada di tingkat daerah.
"Itu sesuai apa yang disampaikan kepada kami waktu di luar kota. Saya mengeluh karena anggaran kami habis untuk infrastruktur. Terutama yang dikeluhkan masyarakat kan banyak jalan-jalan kabupaten, jalan di desa-desa, sirip-sirip JLS, jalan-jalan penghubung pertanian juga," jelasnya.
Selain itu, banyak infrastruktur penunjang lain, seperti halnya sistem irigasi, yang juga mengalami kerusakan. Gatut menegaskan bahwa hal ini masih dalam proses pengajuan.
Tapi, dia berharap agar permohonan ini segera diamini oleh pemerintah pusat. "Masih sebatas kita mengajukan proposal sesuai permintaannya dari pemerintahan Pak Prabowo," pungkasnya. (dit/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah