TULUNGAGUNG – Terungkapnya kasus peredaran narkoba di Tulungagung menjadi potret buram generasi muda di Bumi Ngrowo ini.
Padahal, para pemuda termasuk di Tulungagung menjadi pemegang peranan penting sebagai generasi penerus pemimpin bangsa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Guru Besar UIN SATU Tulungagung, Prof Agus Eko Sujianto. Dia menyoroti bahwa generasi muda adalah aset berharga bangsa yang harus dijaga dan dikelola dengan baik agar mampu membawa Indonesia menuju cita-cita pembangunan nasional.
Menurut dia, pembangunan tidak akan berjalan tanpa kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.
“Human capital adalah kunci. Generasi muda harus punya keterampilan, kompetensi, pengetahuan, pengalaman, etika, dan kesehatan yang prima agar produktif. Mereka inilah pelaku ekonomi masa depan,” ungkap Agus, yang juga Dewan Pakar Dekopinda Kabupaten Tulungagung, Minggu (17/8/2025).
Dia menyoroti data Kemenpora yang menunjukkan tren peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dalam tiga tahun terakhir, yaitu pada 2022 (55,33 persen), 2023 (55,83 persen), dan 2024 (56,33 persen). Peningkatan ini, kata Agus, merupakan sinyal positif bahwa arah pembangunan pemuda mulai tampak.
Namun, dia mengingatkan ancaman serius yang justru datang dari sebagian generasi muda itu sendiri.
Terkait kasus peredaran sabu yang melibatkan pemuda di Tulungagung, menurut Agus, menjadi potret buruk yang tidak boleh dibiarkan.
“Ini ironis, di satu sisi IPP naik, di sisi lain masih ada pemuda yang terjerat narkoba. Kalau dibiarkan, ancaman ini bisa merusak masa depan bangsa,” tegasnya.
Sebagai solusi, dia mendorong pemerintah daerah mengambil langkah preventif dengan memasukkan pendidikan antinarkoba ke dalam kurikulum sekolah hingga perguruan tinggi.
“Jangan menunggu korban semakin banyak. Pendidikan anti narkotika, psikotropika, dan zat adiktif harus ditanamkan sejak dini,” imbuhnya.
Dia menekankan, generasi muda adalah aset dengan nilai ekonomi dan sosial tinggi.
Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan, kompetensi, kesehatan, hingga partisipasi kepemimpinan pemuda harus terus digalakkan.
“Kalau kita serius membina generasi muda, Indonesia tidak hanya jaya di negeri sendiri, tetapi juga diperhitungkan di pentas dunia,” pungkasnya. (sri/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah