RADAR TULUNGAGUNG - Di rumah-rumah kampung Tulungagung, terkadang satu gerakan kecil dari emak bisa lebih nyaring dari suara speaker masjid.
Tanpa bicara pun, pesan sudah sampai. Itulah keunikan "kode-kode rahasia" khas emak-emak Tulungagung bahasa tubuh dan isyarat diam yang cuma dimengerti oleh penghuni rumah.
Misalnya, garuk-garuk kepala. Di luar Tulungagung mungkin dianggap cuma gatal biasa, tapi di dalam rumah, ini adalah sinyal tak resmi bahwa ada tugas menanti.
Entah disuruh nyapu halaman, beli garam di warung, atau ngambil jemuran yang lupa diangkat. Dan kalau kamu nggak peka, siap-siap kena tatapan maut.
Baca Juga: Tips Hemat Beli Gas Elpiji di Desa Bisa Jadi Kebiasaan Sederhana dan Pengaruhi Keuangan Rumah Tangga
Nah, tatapan mata emak juga bukan sembarang pandangan. Ada yang namanya "tatapan 2 detik" biasanya muncul saat tamu datang tapi gelas belum disiapkan.
Tanpa suara, tanpa gerak, cuma mata. Tapi yang peka langsung berdiri dan ke dapur. Yang cuek? Tunggu aja nanti habis tamu pulang.
Ada juga kode khas berupa "ndelongop" alias mendongak dengan ekspresi minta tolong tanpa suara.
Misalnya saat emak lagi ngulek sambel tapi garamnya ketinggalan, dia akan menatap anaknya dengan muka setengah memelas sambil ngelirik ke arah dapur.
Yang ngerti langsung sigap ambilkan. Yang pura-pura nggak lihat? Biasanya langsung disemprot.
Baca Juga: Tungku Kayu Bakar Masih Eksis di Tulungagung, Rahasia Aroma Khas Masakan Desa
Soal nada suara, emak juga punya kamus sendiri. Nada “lhoh?” yang pendek dan datar bisa berarti: “Serius kamu barusan ngomong kayak gitu?” Atau nada “hmmm...” yang panjang bisa jadi alarm awal sebelum rapat keluarga digelar.
Dan jangan lupakan kode fisik lain seperti jentikan jari, anggukan kepala, sampai lirikan tajam.
Semua itu sudah jadi bagian dari komunikasi rumah tangga yang efisien. Nggak perlu teriak, tapi pesannya selalu sampai tepat sasaran.
Baca Juga: Jajanan Pasar yang Cuma Ada di Tulungagung Saat Musim Tertentu
Yang bikin unik, kode-kode ini hanya berlaku di dalam rumah. Kalau dibawa keluar, orang lain belum tentu paham.
Tapi di dalam rumah, satu kode bisa memicu gerakan cepat seluruh anggota keluarga. Lucu, tapi juga hangat karena dari sanalah cara cinta dan perhatian emak diekspresikan.
Jadi, kalau kamu besar di Tulungagung atau kampung lain yang serupa, pasti ngerti betul rasanya hidup berdampingan dengan kode-kode emak. Kadang bikin senyum, kadang bikin tegang, tapi ujung-ujungnya bikin kangen. ****
Editor : Dharaka R. Perdana