TULUNGAGUNG – Desa Penjor, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, tampil penuh semangat dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia.
Melalui panitia Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) 2025, desa yang berada di kawasan pegunungan di Tulungagung ini sukses menggelar rangkaian kegiatan meriah, mulai dari lomba olahraga, kebersihan lingkungan, hingga puncak acara berupa senam massal PKK dan panggung kesenian rakyat.
Sejak awal Agustus, masyarakat kompak mendukung jalannya kegiatan. Pembukaan diawali lomba bola voli antar-RT di Lapangan Desa Penjor, Pagerwojo, Tulungagung, pada 6 Agustus.
Selain sebagai hiburan, ajang ini memperkuat persaudaraan antarwarga. Kegiatan dilanjutkan dengan penilaian kebersihan lingkungan yang tiap tahun menjadi favorit.
Lomba kebersihan lingkungan penting karena mendorong warga menjaga lingkungan tetap sehat, asri, dan nyaman. “Itu juga bagian dari program desa untuk menciptakan Penjor yang lebih hijau,” jelas Kepala Desa Penjor, Tarno.
Partisipasi ibu-ibu PKK tak kalah penting. Mereka menggelar lomba masak, cerdas cermat, hingga kegiatan kreatif yang melibatkan seluruh perempuan desa.
Malam harinya, masyarakat larut dalam pertunjukan reog, tayub, lawak, hingga musik orkes di Lapangan Dukuh Patok.
Keunikan Desa Penjor adalah tradisi makan gratis bersama. Makanan khas hasil bumi lokal disajikan oleh setiap RT dan bisa dinikmati seluruh warga.
“Tradisi makan ini adalah simbol persatuan. Semua duduk setara, menikmati hasil bumi, dan merayakan kemerdekaan dengan cara sederhana tapi bermakna,” kata Tarno.
Pada Minggu (17/8/2025) digelar upacara pengibaran bendera merah putih di Lapangan Desa Penjor, dilanjutkan lomba anak-anak dan pentas seni. Esok harinya, Senin (18/8/2025), ratusan warga memadati Lapangan Dukuh Patok untuk mengikuti senam massal PKK.
Malam harinya menampilkan beberapa panggung kesenian seperti jaranan, bekso, drama kolosal, tari kethek ogleng, dan kesenian tayub.
Instruktur senam, Anita, mengaku kagum dengan antusiasme warga. Senam ini bukan hanya olahraga, melainkan pesta rakyat. “Apalagi ditutup makan gratis. Suasananya benar-benar meriah,” ujarnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Pagerwojo, Purwaningsih, menambahkan bahwa mereka menjaga kesehatan dengan senam dan mempererat silaturahmi dengan kebersamaan. “Saya bangga Desa Penjor bisa menyelenggarakan acara sebesar ini,” pungkasnya.
Kesuksesan PHBN tahun ini juga berkat solidaritas karang taruna yang terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan. Para pemuda aktif menggalang partisipasi masyarakat, bahkan menjalin kerja sama dengan pengusaha lokal.
Dukungan dari beberapa sponsor desa, seperti pelaku UMKM hingga penyedia sound system, menjadikan acara berjalan lancar dan profesional.
Pemuda di Desa Penjor sangat solid. Tanpa mereka, acara ini sulit semeriah sekarang. “Dukungan sponsor lokal juga sangat berarti bagi desa,” ungkap Kepala Desa Tarno.
Selain sponsor, kegiatan PHBN juga didukung anggaran dana desa yang rutin dialokasikan setiap tahun. Dana ini dimanfaatkan untuk hadiah lomba, fasilitas kegiatan, hingga konsumsi masyarakat.
Meski berada di wilayah pegunungan dengan kondisi ekonomi sederhana, semangat kebersamaan membuat PHBN Desa Penjor lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.
Kehadiran undangan dari perangkat desa, sekolah, tokoh agama, hingga tokoh masyarakat memperkuat rasa persaudaraan.
“Mudah-mudahan Desa Penjor semakin aman, rukun, dan sehat. Tahun depan kami ingin lebih meriah lagi, dengan dukungan sponsor dan partisipasi masyarakat yang makin kuat,” harap Tarno.
PHBN HUT Ke-80 RI di Desa Penjor bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan ajang promosi potensi desa.
Puncak acara berupa senam massal PKK dan panggung kesenian rakyat menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan dapat menjadi sarana memperkuat silaturahmi, memajukan budaya lokal, sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (rin/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah