RADAR TULUNGAGUNG - Bencana tanah longsor di berbagai titik di Tulungagung yang terjadi pada Selasa (19/8/2025) sore dilaporkan merusak fasilitas umum.
Buntutnya, pemkab segera menggelar penanganan sebelum mulai melakukan asesmen guna memastikan sejauh mana dampak bencana tanah longsor di Tulungagung.
Seperti yang terjadi di Desa Kradinan, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung di mana material tanah longsor merusak satu bangunan gedung SDN 2 Kradinan.
Pemkab segera menerjunkan alat berat guna melakukan pembersihan, termasukdi titik longsoran yang menutupi badan jalan umum.
"Longsor kan menutupi jalan utama di sana. Jadi, tadi pagi kita sudah mengirimkan alat berat untuk melakukan pembersihan supaya jalan itu bisa dilalui," ucap Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Robinson Parsaoran Nadeak.
BPBD juga menerjunkan sejumlah personel untuk melakukan pembersihan secara manual bersama warga sekitar di lokasi kejadian.
Baca Juga: Tanah Longsor Timbun Bangunan SDN 2 Kradinan di Tulungagung, Tiga Ruang Rusak Parah
Meski dipastikan ada bangunan yang dilaporkan terdampak tanah longsor, laki-laki yang karib disapa Robin ini menegaskan bahwa pemberian bantuan atau penanganan lanjutan masih perlu menanti hasil asesmen. "Itu asesmen dulu. Nanti kita koordinasikan dengan OPD terkait," sebutnya.
Sementara itu, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menerangkan bahwa jajaran pemkab, Baznas, dan jajaran legislatif dijadwalkan meninjau lokasi bencana pada Rabu siang selepas rapat paripurna di gendung dewan.
Baca Juga: Ikut Terdampak Tanah Longsor, Dua Bangunan SDN 2 Kradinan di Tulungagung Rusak Parah
Pimpinan daerah juga mengungkapkan soal perlunya asesmen dan peninjauan langsung guna memastikan tingkat kerusakan dan sejauh mana dampak bencana.
Itu penting agar pemkab bisa menentukan langkah lanjutan dalam penaganan pascabencana, termasuk pemberian bantuan bagi para korban terdampak.
"Kita belum tahu. Tentunya kalau itu memang membahayakan bagi anak didik kita, ya kita perbaiki. Tentunya kita memperikmbangkan. Makanya kita datangi dulu," kata dia.
Disinggung soal kemungkinan menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT), Gatut mengungkapkan bahwa hal itu akan dibahas begitu proses peninjauan rampung. "Nanti kita diskusikan setelah dari sana," sebutnya. ****
Editor : Dharaka R. PerdanaSumber : Radar Tulungagung