RADAR TULUNGAGUNG - Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung menjadi salah satu desa yang paling semarak dalam memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia tahun 2025.
Melalui rangkaian Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) yang digelar sejak awal Agustus, pemerintah desa bersama warga kompak menyajikan berbagai kegiatan yang meriah, edukatif, serta memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Samar Rubik Astono mengatakan, sejak 1 Agustus 2025, desa yang dipimpinnya telah memulai perayaan dengan agenda bersih-bersih lingkungan di lima dusun.
Aksi gotong royong ini menjadi awal yang kuat untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga desa tetap rapi, asri, dan nyaman menjelang HUT ke-80 RI. "Sejak awal Agustus sudah mulai banyak kegiatan di desa kami," katanya.
Rubik, -sapaan akrabnya menambahkan, memasuki 16 Agustus 2025, ada malam tirakatan di kantor desa.
Acara ini penuh khidmat, diisi doa bersama untuk para pahlawan bangsa yang gugur memperjuangkan kemerdekaan, sekaligus rasa syukur atas nikmat kemerdekaan yang telah dinikmati oleh masyarakat saat ini.
"Tirakatan adalah momen spiritual agar warga semakin memahami makna mengisi kemerdekaan dengan kegiatan bermanfaat," tambahnya.
Puncak kemeriahan mulai terasa pada 17 Agustus 2025. Desa Samar menggelar upacara detik-detik proklamasi di Lapangan Gunung Tugel.
Kegiatan ini diikuti seluruh lapisan masyarakat. Mulai perangkat desa, lembaga masyarakat, karang taruna, ibu-ibu PKK, hingga paguyuban pencak silat.
Sekretaris desa bertindak sebagai pembina upacara, sementara seluruh petugas berasal dari warga setempat, menandai partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga tradisi nasionalisme.
Masih di tanggal yang sama, kegiatan berlanjut dengan pembukaan stand bazar UMKM dan pameran potensi desa dari delapan RW.
Bazar ini sekaligus menjadi sarana memamerkan produk-produk lokal, dari kuliner, kerajinan, hingga hasil pertanian.
Kehadiran pedagang luar desa semakin memeriahkan acara, menciptakan perputaran ekonomi kerakyatan yang nyata dirasakan warga.
Pada malam harinya, ribuan masyarakat yang tumpah ruah mengikuti pentas seni. Dari anak-anak PAUD, TK, SD, hingga kelompok seni dewasa menampilkan kreasi terbaik mereka.
Baca Juga: Tanah Longsor Timbun Bangunan SDN 2 Kradinan di Tulungagung, Tiga Ruang Rusak Parah
Kepala Desa Samar menggambarkan suasana pentas seni ini sebagai “lautan manusia” karena antusiasme warga begitu tinggi.
"Pentas seni ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana melestarikan budaya lokal sekaligus memupuk rasa percaya diri generasi muda," tutur Rubik.
Belum usai, rangkaian PHBN berlanjut pada 18 Agustus 2025. Desa Samar menggelar lomba anak-anak yang penuh keceriaan, senam massal ibu-ibu PKK, serta kembali dilanjutkan pentas seni pada malam hari.
Baca Juga: Tanah Longsor di Desa Kradinan, Putuskan Jalur Penghubung Tulungagung – Trenggalek
Agenda ini semakin mempertegas bahwa seluruh lapisan masyarakat dilibatkan tanpa terkecuali, dari anak-anak hingga lansia.
Puncak acara akhirnya tiba pada Selasa pagi, 19 Agustus 2025. Warga Desa Samar pun berbondong-bondong mengikuti Jalan Sehat Kreasi yang dimulai dari depan Kantor Desa Samar dan berakhir di Lapangan Gunung Tugel.
Peserta tampil dengan berbagai kostum kreasi, menambah semarak suasana yang sejak pagi sudah ramai dipadati penonton.
Baca Juga: Ikut Terdampak Tanah Longsor, Dua Bangunan SDN 2 Kradinan di Tulungagung Rusak Parah
Jalan sehat ini tidak hanya mengedepankan kesehatan jasmani, tetapi juga kreativitas dan persatuan antarwarga. Jalan Sehat Kreasi menjadi kegiatan pamungkas yang paling ditunggu-tunggu.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Semua bersemangat, banyak yang tampil dengan kostum unik. Bahkan pedagang di sepanjang rute mengaku dagangan mereka laris manis. Inilah bukti bahwa PHBN tidak hanya membangkitkan semangat kemerdekaan, tapi juga menggerakkan roda ekonomi warga,” jelasnya.
Partisipasi pelajar juga terlihat jelas. Salah satu siswi MI Al-Azhar Unggulan Pagerwojo yang turut serta menyampaikan kegembiraannya.
Rubik merasa senang bisa mengikuti jalan sehat di Desa Samar dan berharap tahun depan acara semakin meriah.
Senada, perwakilan ibu-ibu PKK RT 01 RW 03 juga mengaku bangga bisa ikut serta, seraya berharap Desa Samar makin maju.
Kesuksesan acara PHBN di Desa Samar Pagerwojo Tulungagung tidak lepas dari kerja keras panitia yang dibentuk pemerintah desa.
Baca Juga: Inilah Ki Marjuki Mardi Sabdo, Dalang Ruwat Langganan Pemkab Tulungagung
Panitia terdiri dari berbagai unsur, mulai tokoh masyarakat, karang taruna, lembaga desa, hingga relawan. Dengan dukungan seluruh elemen, acara berjalan lancar, aman, dan meriah.
Tak heran jika pada 19 Agustus, Desa Samar menjadi pusat perhatian karena jalan sehat kreasi yang digelar disebut-sebut sebagai yang paling meriah se-Kecamatan Pagerwojo.
Slogan “Samar Murakabi” turut digaungkan dalam seluruh kegiatan. Menurut Rubik Astono, makna dari slogan ini adalah bagaimana Desa Samar mampu menjadi desa yang bermanfaat, tidak hanya untuk warga setempat tetapi juga untuk lingkungan sekitar.
Baca Juga: Desa Samar Buktikan Sampah Bukan Sekadar Limbah, tapi Peluang Ekonomi
Slogan ini dicetuskan tokoh masyarakat Ki Marjuki Mardi Sabdo dan kini dijadikan motivasi bersama dalam membangun Desa Samar.
Tak ketinggalan, Forkopimcam Pagerwojo serta tokoh masyarakat hadir dalam rangkaian kegiatan.
Kehadiran mereka memperkuat dukungan lintas sektor terhadap semangat kebersamaan di Desa Samar .
Kepala desa juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, donatur, dan masyarakat yang secara sukarela mendukung terlaksananya PHBN dengan sukses.
Harapan ke depan, Desa Samar ingin agar perayaan PHBN tidak hanya menjadi ajang perayaan semata, tetapi juga membawa kesadaran lingkungan.
Rubik Astono menegaskan bahwa setelah acara, sampah menjadi masalah serius yang harus dikelola dengan baik secara profesional agar tidak mencemari lingkungan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana