TULUNGAGUNG - Di Tulungagung, kreativitas tak melulu butuh modal besar.
Bagi sebagian warga Tulungagung, barang bekas justru jadi ladang ide tak terbatas.
Kaleng cat bekas disulap jadi ember serbaguna, ban mobil yang tak terpakai berubah fungsi jadi ayunan anak-anak di Tulungagung.
Ini bukan hanya soal berhemat, tapi juga wujud kepedulian terhadap lingkungan yang dibalut sentuhan lokal Tulungagung nan unik.
Di sudut-sudut kampung, pemandangan seperti ini bukan hal asing. Kaleng cat besar yang biasanya dibuang, dibersihkan lalu diberi gagang kawat kuat.
Jadilah ember untuk angkut air, cuci piring, bahkan wadah pakan ternak.
Sementara ban-ban bekas yang sudah tak bisa dipakai lagi, digantung di pohon atau tiang rumah dan dijadikan wahana bermain anak-anak lebih murah dari beli mainan di toko, dan tak kalah seru.
Bahkan, ada yang lebih kreatif lagi tutup botol bekas dijadikan hiasan dinding, drum bekas jadi kursi taman, dan botol plastik dirangkai jadi pot gantung yang cantik.
Semua dilakukan dengan semangat gotong royong, tanpa rumus desain mahal, tapi hasilnya tetap estetik dan fungsional.
Apa yang dilakukan warga Tulungagung ini jadi bukti bahwa daur ulang bukan sekadar tren, tapi gaya hidup yang mengakar.
Ramah lingkungan, penuh nilai seni, dan tentu saja sangat Instagramable!
Kalau mampir ke kampung-kampung di Tulungagung, jangan heran kalau tong sampah pun cantik karena mungkin dulunya galon rusak yang diberi motif batik oleh ibu-ibu PKK.
Di sini, barang bekas bukan akhir dari fungsi, tapi awal dari kreasi. (*)
Editor : Dharaka R. Perdana