RADAR TULUNGAGUNG - Percepatan pembangunan daerah jadi fokus utama Pemkab Tulungagung begitu ranperda tentang RPJMD disetujui dalam rapat paripurna DPRD Tulungagung pada Rabu (20/8/2025) pagi.
Pemkab juga menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat Tulungagung melalui percepatan pembangunan infrastruktur.
Ditemui usai rapat paripurna, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menerangkan bahwa jajaran legislatif sudah menyutujui ranperda tentang RPJMD. Ada beberapa poin utama yang difokuskan dalam draf ranperda yang dimaksud.
"Yang paling utama yang harus bisa kami lakukan dalam tahun pertama, tahun kedua itu menurut kami yang infrastruktur," paparnya.
Dia mengungkapkan, saat ini sekitar 60 persen dari total infrastruktur yang ada di Tulungagung dalam kondisi rusak parah.
Hal ini juga keluhan masyarakat, mengingat kerusakan infrastruktur menyebabkan produktivitas masyarakat di berbagai sektor menurun.
"Saya tidak memungkiri hampir semua masyarakat di Tulungagung mengeluhkan terkait infrastruktur yang saat ini kondisinya sedang rusak. Akan tetapi anggaran kita kan juga terbatas," lanjutnya.
Baca Juga: Cenderawasih, Burung Cantik Papua dengan fakta-Fakta Unik yang Mendunia
Itu sebabnya pemkab meningkatkan intensitas komunikasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
Tujuannya untuk mengajukan bantuan agar berbagai program daerah, khususnya di bidang infrastruktur, bisa segera direalisasi.
"Agar kami dapat anggaran lebih, agar kami bisa menyelesaikan sarana-prasarana yang menurut kami butuh anggaran banyak," akunya.
Harus diakui, jumlah kebutuhan anggaran untuk pemenuhan infrastruktur jalan sudah terbilang cukup besar. Yakni mencapai angka hingga triliunan rupiah.
Jumlah itu belum termasuk kebutuhan anggaran untuk perbaikan infrastruktur lain, seperti halnya irigasi, drainase, maupun bangunan-gedung.
"Kalau kita mengacu di (dinas) PU, kebutuhan (untuk perbaikan) semua jalan, irigasi, tanggul itu Rp 1 triliun," ungkapnya.
Baca Juga: Update Aturan Roblox 2025: Pemain Meradang, Komunitas Angkat Suara
Dia menargetkan 60 persen kerusakan parah pada infrastruktur bisa diselesaikan dalam waktu 2-3 tahun ke depan.
Di sisi lain, juga juga masih harus berfokus pada berbagai program lain yang masuk kalender pembangunan daerah.
"Saya yakin atas komunikasi dengan orang-orang penting yang ada di sana, insya Allah saya yakin bisa terealisasi," ujarnya. ****
Editor : Aditya Yuda Setya Putra