Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Seni Menjemur di Tulungagung, Halaman Ketika Pakaian, Kerupuk, dan Gabah Bersatu di Terik Matahari

Yoga Dany Damara • Kamis, 21 Agustus 2025 | 12:20 WIB
Di kampung-kampung seperti Tulungagung, halaman rumah bukan cuma tempat parkir, tapi untuk jemur gabah.
Di kampung-kampung seperti Tulungagung, halaman rumah bukan cuma tempat parkir, tapi untuk jemur gabah.

TULUNGAGUNG - Di kampung-kampung seperti Tulungagung, halaman rumah bukan cuma tempat parkir sepeda motor atau lalu-lalang ayam tetangga.

Itu adalah ruang multifungsi, panggung kehidupan sehari-hari, dan pusat aktivitas rumah tangga di Tulungagung.

Di sinilah berlangsung "seni menjemur" yang penuh warna pakaian, kerupuk, gabah, bahkan kasur kapuk, semua ikut bersaing mendapat jatah panas matahari di Tulungagung.

Pagi hari adalah waktu paling sibuk. Ibu-ibu sudah siap dengan jemuran, tampah kerupuk mentah, dan terpal untuk menebar gabah.

Pakaian digantung di tali jemuran atau batang bambu yang dipancang dari pohon ke pagar.

Tampah-tampah besar berisi kerupuk mentah disusun rapi di atas kursi plastik, bata merah, atau bangku kayu.

Sementara gabah disebar di atas terpal biru, kadang ikut dijaga ayam yang mencuri kesempatan mencari remah.

Menariknya, tak jarang semua ini terjadi bersamaan. Satu halaman bisa dipenuhi baju warna-warni, kerupuk putih berbentuk unik, dan hamparan gabah kekuningan.

Kadang, ada pula orang tua yang selonjoran sambil tidur siang di sudut halaman yang teduh.

Semua hidup berdampingan, rukun dalam ritme kampung yang hangat.

Halaman rumah juga bisa berubah jadi tempat was-was saat mendung datang. Anak-anak jadi radar cuaca darurat.

Mereka akan berteriak, "Mak, awan ireng!" yang langsung disambut aksi kilat: angkat jemuran, tutup kerupuk, gulung terpal gabah kerja sama tanpa aba-aba.

Pemandangan ini mungkin terdengar biasa, tapi justru di situlah letak keistimewaannya.

Seni menjemur di kampung bukan cuma tentang mengeringkan benda-benda, tapi juga tentang merawat kebiasaan, kehangatan sosial, dan kreativitas dalam memanfaatkan ruang yang ada. (*)

Editor : Dharaka R. Perdana
#menjemur #tulungagung #kerupuk #Kasur kapuk #gabah