Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemkab Tulungagung Terima Kunjungan Tim Verifikator Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Penurunan Stunting

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 22 Agustus 2025 | 03:58 WIB
Photo
Photo

TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung diproyeksikan jadi salah satu wilayah zero stunting. Itu sebabnya pemerintah pusat, dengan didampingi pemkab dan jajaran terkait menggelar verifikasi lapangan di Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol, pada Kamis (21/8).

 

Dalam verifikasi lapangan desa berkinerja baik dalam percepatan penurunan stunting tingkat nasional di Desa Jabalsari ini, pemkab dan sejumlah jajaran terkait melakukan pendampingan pada tim verifikator.

 

"Kita ingin meyakinkan ini kan tahapan dalam rangka penilaian Desa berkinerja baik tingkat nasional. Memang Jawa Timur ini dua tahun terakhir menunjukkan kinerjanya yang baik dan tahun ini masuk kembali di 15 besar nasional," kata anggota Pokja Pelayanan Kesehatan, PKK, dan Perlindungan Sosial Direktorat Pengembangan Sosial, Budaya dan Lingkungan Desa dan Pedesaan Kemendes-PDT, Anastusti Wiryaningsih selaku ketua tim verifikator.

Secara teknis, tim verifikasi lapangan memastikan bahwa dokumen yang terkirim, baik tertulis maupun wawancara, memang sudah sesuai dengan kondisi real di lapangan. Sehingga tim verifikasi bisa menyampaikan hasilnya kepada pleno nanti untuk penetapan rangking 1 dan 2.

 

"Yang dinilai terkait rembuk stuntingnya. Kemudian kelembagaan, kemudian pemanfaatan dana, termasuk tadi ada kerjasama dengan CSR. Bagaimana Inovasi-inovasinya dan bagaimana evaluasi monitoringnya," lanjutnya.

Anastutik menegaskan pentingnya peran kader desa dalam proses penyampaian data stunting di desa. Hal ini akan berpengaruh pada proses dan hasil penilaian.

 

Untuk diketahui, desa yang masuk peringkat 15 besar akan mendapat berbagai penghargaan dan apresiasi dari pemerintah pusat. Mulai dari hadiah pembinaan dari Kementerian Desa senilai Rp 10 juta per nominator.

 

Lalu, nantinya juara 1 per egional akan mendapatkan insentif kinerja dalam rangka penurunan stunting yang nanti akan diberikan pada workshop di sekretariat wapres.

 

"Dan dana pembinaan ini berasal dari pemerintah melalui Kementerian Keuangan," sambungnya.

 

Wakil Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menerangkan, angka stunting di Tulungagung memang sudah terpantau menurun sejak beberapa waktu lalu. Dia berharap agar proses penanganan stunting bisa lebih dioptimalkan lagi.

 

"Mudah-mudahan penanganan stunting seperti di Jabarsari bisa ditularkan di desa-desa se-Kabupaten Tulungagung. Dan saya punya harapan dalam rangka penilaian lomba penanganan stunting secara nasional ini nanti Tulungagung Desa Jabalsari bisa mendapatkan juara 1," tandasnya.

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#tulungagung #Pemkab Tulungagung #stunting