Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemkab Tulungagung Ancang-ancang Garap Lahan Calon Sekolah Rakyat, Gelontorkan Rp600 Juta untuk Jembatan

Aditya Yuda Setya Putra • Jumat, 22 Agustus 2025 | 20:19 WIB

Pemkab Tulungagung mulai memetakan kebutuhan anggaran untuk lahan SR di Desa Ringinpitu. (ADITYA YUDA/RADAR TULUNGAGUNG)
Pemkab Tulungagung mulai memetakan kebutuhan anggaran untuk lahan SR di Desa Ringinpitu. (ADITYA YUDA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Pemkab Tulungagung mulai memetakan kebutuhan anggaran untuk penyiapan lahan Sekolah Rakyat (SR).

Apalagi lokasi SR mengalami pemindahan dari Kelurahan Kedungsoko, Kecamatan Tulungagung ke Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru.

Alhasil, pemkab harus terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat juga agar lahan calon SR di Tulungagung yang diajukan disetujui kementerian terkait.

Baca Juga: Diundang di Detik-detik Proklamasi HUT ke-80 Kemerdekaan RI, Hal Ini yang Dirasakan Siswa Sekolah Rakyat

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Tulungagung, Efif Sakti Wibowo mengungkapkan, surat berisi rencana perubahan lokasi SR dari Kelurahan Kedungsoko ke Desa Ringinpitu sudah dilayangkan ke Kementerian PU dan Kementerian Sosial. Tepatnya di pertengahan Juli lalu.

"Kita geser. Kita ajukan di eks bengkoknya Kelurahan Jepun, di timur rusunawa. Kita sudah koordinasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian PU. Dan Alhamdulillah di pada 22 Juli 2025 telah dilakukan survei terhadap usulan lokasi yang baru," sebutnya, Kamis (21/8/2025).

Baca Juga: Anggaran Belanja Pemkab Tulungagung Dipastikan Bertambah hingga Rp 160 M, Terbanyak untuk Infrastruktur dan Sekolah Rakyat

Secara umum, lahan yang diajukan dinilai representatif untuk dibangun fasilitas pendidikan. Itu sebabnya, lanjut Efif, pemkab perlu melakukan langkah-langkah lanjutan. Termasuk di antaranya adalah merencanakan pembangunan fasilitas penunjang dan penyiapan lahan awal.

"Secara umum tidak ada masalah. Cuman untuk lebih meyakinkan Kemen PU dan Kementerian Sosial terkait usulan yang kita ajukan, misal dibutuhkan, kita siap membangun jembatan untuk menghubungkan dua bidang tanah tersebut. Karena lahannya itu terpisah oleh sungai," tandasnya.

Usai dilakukan kalkulasi, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 600 juta untuk pembangunan jembatan penghubung di lahan yang dimaksud.

Dinas juga sudah mengomunikasikan rencana pembangunan jembatan ke dinas PUPR dan BPKAD.

Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Surat yang Mengharukan dari Siswa Sekolah Rakyat: Kami Tenang Gapai Cita-cita

"Dan kita juga sudah komunikasikan dengan Kemen PU bahwa kita serius dengan usulan baru kita, termasuk pembangunan jembatannya," tegas Efif.

Pengurukan lahan yang dimaksud juga bisa dilakukan jika kondisi mengharuskan demikian. Tapi, opsi ini perlu menanti hasil survei lebih lanjut.

Menurut Efif, kebutuhan pengurukan lahan Ringinpitu diprediksi tidak semasif kebutuhan pengurukan di lahan Kedungsoko.

"Tapi, andaikan misal butuh diuruk, nggak butuh biaya banyak seperti yang di Kedungsoko. (Luas lahan di Ringinpitu sekitar) 5,2 hektare," ujarnya.

Proses perencanaan pembangunan konstruksi gedung SR di lahan Ringinpitu rencananya mulai digelar pada September mendatang. Tapi, timeline ini bisa saja berubah, mengingat pemkab masih menanti instruksi lebih lanjut dari pemerintah pusat.

"Tetap sesuai rencana, yang pasti kita tetap komunikasi terus intens dengan Kemen PU dan Kemensos. Kalau tidak ada perubahan sebenarnya di bulan September sudah bisa mulai perencanaan pembangunan," sebutnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#Sekolah Rakyat #tulungagung #sr #ringinpitu