TULUNGAGUNG - Di sudut-sudut desa Tulungagung, tak hanya manusia yang punya peran penting dalam kehidupan kampung.
Ada “tokoh-tokoh” lain di Tulungagung yang tak kalah ikonik seekor kucing sawah yang selalu ikut ronda malam dan ayam kampung yang hanya mau makan di warung tertentu.
Mereka bukan hewan biasa. Mereka adalah maskot tak resmi yang diam-diam jadi kesayangan warga di Tulungagung.
Kucing yang ikut ronda malam namanya memang cuma dipanggil “Ucil”, tapi siapa sangka kucing kampung satu ini hafal jadwal ronda.
Setiap jam 9 malam, Ucil akan muncul di poskamling, duduk tenang di atas bangku, dan ikut keliling gang bersama para bapak-bapak.
Kadang duduk manis, kadang naik sepeda ronda sambil menumpang di keranjang.
Warga percaya, kalau Ucil ikut ronda, malam akan aman dan lancar.
Ayam kampung yang pilih-pilih warung sementara itu, di kampung sebelah, ada seekor ayam jantan bernama "Jono" yang punya kebiasaan aneh hanya mau makan di satu warung kopi.
Setiap pagi, dia jalan sendiri ke warung, masuk seperti pelanggan tetap, dan menunggu remah nasi dari pemilik warung.
Aneh tapi nyata, ayam lain tak berani mendekat ke warung itu jika Jono sudah duduk di sana.
Bagian dari cerita kampung bagi warga, kehadiran hewan-hewan ini bukan sekadar hiburan. (*)
Editor : Dharaka R. Perdana