Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kabupaten Tulungagung Dijatah Tambahan 5.500 Ton Pupuk Bersubsidi untuk Penuhi Target Produksi Padi

Aditya Yuda Setya Putra • Senin, 25 Agustus 2025 | 01:34 WIB

 

 

Petani di Tulungagung sedang memanen padi (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)
Petani di Tulungagung sedang memanen padi (YOGA DD/RADAR TULUNGAGUNG)

 

TULUNGAGUNG – Agar jumlah produksi padi di tahun ini sesuai target, Pemkab Tulungagung mengalokasikan tambahan kuota pupuk bersubsidi ke petani.

Di sisi lain, Dinas Pertanian (Disperta) Tulungagung juga mewanti-wanti munculnya pupuk palsu yang berpotensi merugikan petani.

Tahun ini wilayah Kabupaten Tulungagung dijatah alokasi pupuk bersubsidi jenis urea sebanyak 26.069 ton, jenis NPK sebanyak 21.276, dan jenis organik 727 ton.

Lalu, dilakukan penambahan alokasi masing-masing 3.000 ton untuk pupuk urea, 1.000 ton untuk pupuk NPK, dan 1.500 ton untuk pupuk organik.

Dengan begitu, total alokasi saat ini mencapai pupuk urea sebanyak 29.069 ton, pupuk NPK 22.276 ton, dan pupuk organik 2.373 ton.

Itu artinya, tahun ini Pemkab Tulungagung mendapat tambahan alokasi sebanyak 5.500 ton yang terdiri dari tiga jenis pupuk bersubsidi.

Untuk realisasi penyerapan (urea) 12.363 ton, persentasenya 42,52 persen. Kemudian untuk NPK, alokasi pertama itu 21.276 ton menjadi 22.476 ton.

Realisasi sampai dengan sekarang itu 11.058 ton atau 49,64 persen. Untuk organik itu dari alokasi pertama 727 ton, kemudian untuk alokasi kedua menjadi 2373 ton. Realisasi 636 ton untuk persentasenya 26,80 persen.

Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto mengatakan, kebijakan penambahan alokasi pupuk bersubsidi ada pada pemerintah pusat. Alasannya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya para petani di daerah.

"Pusat memang menambahi agar kebutuhan masyarakat, khususnya petani, itu tercukupi," paparnya, Jumat (22/8/2025). 

Disinggung soal temuan pupuk palsu di daerah lain, Suyanto mengungkapkan bahwa sampai saat ini belum mendapat laporan soal adanya peredaran pupuk ilegal atau palsu di Tulungagung.

Meski begitu, dia mengungkapkan bahwa hal ini patut jadi kekhawatiran. "Tulungagung tidak ada kejadian. Aman. Kalau memang ada laporan, kita tindak lanjuti di lokasi. Tapi selama ini ndak ada laporan," tandasnya.

Lalu, beberapa waktu lalu juga muncul wacana DPRD menggelar sidak pupuk di Tulungagung. Menanggapi hal ini, Suyanto mengungkapkan bahwa belum menerima informasi resmi dari jajaran dewan.

Tapi, dinas dalam kondisi siap jika sewaktu-waktu diminta melakukan pendampingan dalam proses sidak pupuk di sejumlah titik. "Nanti mungkin diagendakan. Cuma waktunya yang belum," ucapnya. (dit/c1/din)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #padi #pupuk subsidi