TULUNGAGUNG - Pengamanan perlintasan kereta api (KA) sebidang di Tulungagung masih jadi perhatian.
Sampai tahun ini, total ada 11 titik perlintasan KA di Tulungagung yang dibangun item pengamanan. Sayangnya, belum semuanya beroperasi.
Kabid Lalin Dishub Kabupaten Tulungagung, Panji Putranto menerangkan, ada lima titik palang pintu perlintasan yang beroperasi dari total 11 titik yang dibangun di tahun ini. Itu artinya masih ada enam titik yang belum dioperasikan.
"Mulai dari timur yang baru selesai Desa Rejotangan, Desa Buntaran dua (titik), Desa Pulosari, Desa Kromasan, terus Desa Bendiljati Wetan," sebutnya, Sabtu (3/8/2025).
Rencananya, enam titik perlintasan KA sebidang terstandar yang dimaksud akan mulai dioperasikan pada Oktober mendatang.
Alasannya, palang pintu perlintasan KA dijaga oleh petugas dengan keahlian dan sertifikasi khusus.
Proses pelatihan dan sertifikasi memerlukan waktu. Itu sebabnya, pemkab masih belum dapat menugaskan petugas jaga di enam titik yang dimaksud hingga saat ini.
"Karena untuk petugas jaga kan didiklatkan dulu. Penjaga harus punya sertifikasi sebagai penjaga palang pintu. Didiklatkan ke Madiun dulu," sebutnya.
Total kebutuhan petugas di enam titik perlintasan KA sebidang yang baru dibangun mencapai 44 orang. Sebab, satu perlintasan KA sebidang diisi oleh 4 petugas jaga yang terbagi dalam tiga sif kerja.
Lalu, para petugas jaga diikutsertakan dalam diklat secara bertahap. Sampai saat ini, baru sekitar 20 orang yang melalui diklat di Madiun. "Setelah ini Agustus juga ada diklat, empat orang. Yang menentukan jadwal dari Madiun," kata Panji.
Itu artinya, masyarakat masih kudu ekstra waspada saat melintas di enam perlintasan KA sebidang yang disebutkan di atas.
Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dishub memasang sejumlah rambu sebagai penanda bahwa palang pintu belum beroperasi agar pengguna jalan lebih berhati-hati.
"Untuk yang belum beroperasi kemarin beberapa pos, kita lepas dulu palang pintunya, sesuai imbauan KAI biar tidak dikira ada petugas. (Juga) dipasang banner," terangnya. (dit/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah