TULUNGAGUNG – Desa Mulyosari, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung benar-benar menunjukkan semangat luar biasa dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia (RI) tahun 2025.
Rangkaian peringatan hari besar nasional (PHBN) di desa yang berada di kawasan pegunungan di Tulungagung ini mencapai puncaknya lewat pawai hasil bumi yang diikuti ribuan warga dengan antusiasme tinggi pada Minggu (24/8/2025).
Kemeriahan PHBN sudah dimulai sejak 22 Agustus dengan senam massal. Ratusan warga, terutama para ibu, larut dalam suasana penuh keceriaan. Pada hari yang sama dibuka pula stan pameran UMKM dari 30 RT, menampilkan beragam produk pertanian, kuliner, dan kerajinan khas desa agar dikenal warga Tulungagung.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berjalan lancar. Antusiasme masyarakat sungguh luar biasa, terutama saat pawai hasil bumi,” tutur Kepala Desa Mulyosari, Agil Wuisan.
Pawai hasil bumi yang menjadi puncak perayaan diikuti oleh 30 RT dengan lebih dari 2.000 peserta.
Warga menampilkan hasil panen berupa padi, jagung, ketela, hingga aneka sayuran yang dihias penuh kreativitas.
Arak-arakan dimulai dari pertigaan Ledeng dan berakhir di panggung kehormatan timur Balai Desa, disambut sorak-sorai penonton yang memadati jalanan.
Selain parade hasil bumi, masyarakat juga disuguhkan atraksi seni tradisional seperti barongan dan jaranan.
Suasana desa pun seketika berubah menjadi lautan kegembiraan, cermin kuat kebersamaan sekaligus kecintaan warga pada budaya dan tanah air.
“Pawai ini selalu menjadi momen yang paling ditunggu. Semua warga terlibat. Penontonnya pun sangat antusias,” tegas Kades Agil, sapaan akrabnya.
Kesuksesan acara tidak lepas dari peran aktif karang taruna yang menjadi motor penggerak panitia serta dukungan penuh Forkopimcam Pagerwojo.
Camat Pagerwojo, Setiyono, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat warga. “Partisipasi masyarakat Mulyosari luar biasa. Semoga tradisi seperti ini terus dilestarikan. Karena tidak hanya meriah, tapi juga memperkuat kebersamaan,” ungkapnya.
Salah satu peserta dari warga Dukuh Suweru, Ervina, mengaku bangga bisa ikut serta.
“Semua warga kompak merayakan kemerdekaan. Tahun depan pasti akan lebih semarak lagi,” ucapnya penuh semangat. Hal serupa juga disampaikan Niken Dijayanti dari RT 01 RW 03 Dukuh Kebet. “Harapannya, warga makin semangat menanam hasil bumi sendiri. Saya bangga bisa ikut berpartisipasi,” ujarnya.
Bagi masyarakat Mulyosari, PHBN tidak hanya menjadi ajang perayaan tahunan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi, mengenalkan potensi desa, dan melestarikan budaya.
Ke depan, Kades Agil berkomitmen menata perayaan ini lebih besar dan profesional agar mampu menjadi daya tarik wisata budaya di Tulungagung.
“Harapan kami, PHBN Mulyosari bisa menjadi magnet wisata budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif,” tandasnya.
Dukungan dari perangkat desa, lembaga masyarakat, karang taruna, hingga relawan menjadi kunci suksesnya acara. Semangat gotong royong benar-benar terasa.
Menjadikan peringatan kemerdekaan di Desa Mulyosari bukan sekadar pesta rakyat, melainkan juga simbol persatuan menuju masa depan yang lebih maju. (rin/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah