Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR Surabaya Gelar Pengabdian Masyarakat, Dorong Petani Tulungagung Manfaatkan Pupuk Organik

Aditya Yuda Setya Putra • Minggu, 31 Agustus 2025 | 18:43 WIB
Tim pengabdian masyarakat PPDB Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR Surabaya foto bersama warga di balai Desa Bulus, Kecamatan Bandung pada Sabtu (30/8/2025).
Tim pengabdian masyarakat PPDB Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR Surabaya foto bersama warga di balai Desa Bulus, Kecamatan Bandung pada Sabtu (30/8/2025).

TULUNGAGUNG - Pengabdian kepada masyarakat berupa Program Pengembangan Desa Binaan (PPDB) oleh Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya digelar di Desa Bulus, Kecamatan Bandung, Sabtu (30/8) pagi.

 

Agenda ini dimaksudkan sebagai edukasi pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik bagi petani dan masyarakat.

 

Ketua tim pengabdian kepada masyarakat PPDB Departemen Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UNAIR Surabaya, Siswanto mengungkapkan, agenda kemarin bertema lengembangan pupuk cair organik berbasis sekam padi sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pupuk bersubsidi. 

Lalu, agenda ini merupakan bentuk pengabdian masyarakat dengan edukasi di bidang pertanian. Tim memang berfokus pada upaya mengedukasi petani dan masyarakat untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk organik untuk mendukjng produktivitas pertanian.

 

"Untuk 2 dua tahun terakhir nanti kita fokus pada pupuk cair organik, terutama mengoptimalkan berbahan abu sekam yang ketersediaan di desa ini kan cukup melimpah. Daripada dibuang, dibakar tanpa ada guna kemudian menimbulkan asap, tidak sehat, maka bisa dimanfaatkan untuk keperluan pupuk organik," ujar Siswanto.

 

Disinggung soal pemilihan Desa Bulus sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian masyarakat, dia mengungkapkan bahwa dukungan yang diberikan pemerintah desa dan masyarakat Desa Bulus atas pelaksanaan program ini terbilang besar. Hal ini membuatnya optimis para petani di Desa Bulus akan beralih dan tak lagi ketergantungan pada pupuk kimiawi bersubsidi ke pupuk organik yang ramah lingkungan.

Apalagi program ini juga bisa dimanfaatkan oleh petani dan masyarakat untuk meningkatkan penghasilan. Salah satunya melalui program koperasi desa/kelurahan yang belakangan digencarkan oleh pemerintah.

 

"Harapan kita dengan pupuk organik cair proses penyerapan oleh tanaman itu kan lebih cepat. Dan harapannya juga bahwa ini nanti akan menjadi ikon dari koperasi di sini titik ikonnya adalah bertani atau menuju pertanian organik," sambungnya.

 

Selain itu, lanjut Siswanto, acara ini juga bertujuan untuk merubah mindset petani dan masyarakat untuk beralih ke pertanian berkelanjutan. Yaitu, dengan cara menggunakan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik lebih aman untuk kelestarian lingkungan, karena menggunakan bahan-bahan organik.

Sehingga, masyarakat bisa membuat pupuk organik sendiri dengan bahan-bahan yang mudah di dapatkan. Hal ini disebut bisa menekan biaya produksi pertanian.

 

"Kalau kita menggunakan pupuk kimiawi itu kan harganya bisa empat kali lipat dan tentu kalau kita hitung cost antara produksi pertanian dengan hasil yang diperoleh nanti kalau menggunakan pupuk kimia itu sangat tipis sekali untungnya," akunya.

 

"Jadi dengan organik, harapan kita kan juga selain dari sisi wirausaha, kalau bisa maka akan juga bisa menekan biaya produksi selama pertanian juga," ungkapnya.

Menurut dia, para petani bisa menekan biaya produksi pertanian hingga sekitar 50 persen. Dengan demikian, petani bisa meraih untung lebih begitu masuk masa panen dengan menggunakan pupuk organik.

 

"Harapan kita dari Kelompok Tani Makmur ini itu nanti bisa dikembangbiakkan ke kelompok tani yang lainnya. Bahkan hampir satu desa atau mungkin nanti kalau sudah jalan benar bisa dikembangkan, ke desa-desa seki


tarnya," ucap Siswanto. (dit)

Editor : Aditya Yuda Setya Putra
#pupuk organik #tulungagung #unair #pengabdian masyarakat #ppdb #surabaya