TULUNGAGUNG - Menyikapi maraknya aksi demonstrasi di berbagai wilayah di tanah air, Pemkab Tulungagung menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama forkopimda dan jajaran lintas sektor. Agenda ini sebagai langkah antisipasi dan pengamanan agar tak terjadi aksi anarkis di Tulungagung.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo mengatakan, aksi demonstrasi yang diwarnai dengan tindakan anarkisme terjadi di berbagai wilayah, termasuk di sekitar Tulungagung. Untuk memastikan hal itu tak terjadi di Tulungagung, dilakukan langkah antisipasi.
"Sehingga kami bersama forkopimda punya ide untuk kumpul bersama-sama. Diskusi yang baik bagaimana Tulungagung ini kita jaga bersama-sama. Biar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," jelasnya.
Disinggung lokasi-lokasi yang diamankan, Gatut mengungkapkan bahwa seluruh jajaran sepakat untuk memberi antensi lebih pada kantor-kantor vital pemerintahan. Tapi, pemetaan dan teknis lain dalam hal ini diserahkan sepenuhnya pada jajaran TNI/Polri.
"Ini nanti kita serahkan kepada pengambil kebijakan. Yaitu dari Pak Dandim juga Pak Kapolres. Hampir semua objek yang vital di Tulungagung kita jaga." akunya.
Disinggung soal permintaan pengananan ke Polres Tulungagung, dia mengaku bahwa seluruh upaya antisipasi sedang dipertimbangkan. Baik berupa pengamanan aset maupun pengaman personil. Hal ini juga berlaku pada jajaran lain, termasuk di antarannya ormas.
"Semua, termasuk panjenengan, berkewajiban untuk bisa mengamankan Tulungagung tanpa terkecuali," sebutnya.
Dia juga mengimbau agar masyarakat Tulungagung tidak turun ke jalan demi menghindari hal-hal yang justru dapat merugikan banyak pihak, termasuk masyarakat itu sendiri.
"Karena situasi kondisinya yang seperti ini, tidak menguntungkan kalau ada demo. Saya mengimbau biar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, ada menumpang gelap yang masuk untuk menghancurkan suasana, mohon dengan hormat kalau bisa jangan ada demo," ujar Gatut.
Dandim 0807/Tulungagung Letkol Kav Mohammad Nashir menerangkan bahwa rencana pengamanan sedang dimaksimalkan ke seluruh personel dalam satuan. Halini untuk mengantisipasi segala bentuk kemungkinan yang mengarah pada tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan.
"Ini yang sudah tentunya kejadian di Blitar maupun di Kediri itu sudah menuju ke arah anarkis," sebutnya.
Menurut dia, hingga Minggu (31/8) siang, kondisi di Tulungagung terbilang aman dan kondusif, meski potensi munculnya gangguan tetap patut diwaspasai dan diantisipasi.
"Nanti kita rumuskan bagaimana nanti tindakan ke depan. Intinya semua pihak yang berada di wilayah Tulungagung, baik itu pemerintah daerah, kemudian tokoh masyarakat, semuanya. Tentunya semua berperan dalam menjaga situasi di Tulungagung," bebernya.
Dia juga mengatakan bahwa tindakan tegas bisa dilakukan jika nanti muncul aksi anarkisme di Tulungagung. Tapi, dia memastikan bahwa tindakan yang diambil dalam batas dan juga koridor yang mengedepankan sisi kemanjusiaan.
"Sudah diinstruksikan oleh Bapak Presiden kepada Bapak Panglima TNI kemudian Bapak Kapolri bahwa aksi-aksi yang mengarah ke anarkis akan ditindak tegas," ucap Nashir. (dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra