RADAR TULUNGAGUNG - Meski tak mendapat target peningkatan area tanam (PAT) di tahun ini, Dinas Pertanian (Dispertan) Tulungagung memastikan bahwa jumlah target produksi padi di tahun ini cukup tinggi.
Tahun ini, Dispertan Tulungagung lebih berfokus pada luas tambah tanam yang merupakan program reguler setiap tahun.
Baca Juga: Kabupaten Tulungagung Dijatah Tambahan 5.500 Ton Pupuk Bersubsidi untuk Penuhi Target Produksi Padi
PAT merupakan program untuk meningkatkan produksi pertanian dengan cara menambah indeks pertanian (IP).
Bulan ini masuk di periode masa tanam (MT) II, yang berarti dinas harus memastikan jumlah produksi padi selama periode April-September meningkat.
Baca Juga: Kemarau Basah, 652 Hektare Lahan Pertanian Padi di Tulungagung Diserang Wereng,
Itu penting untuk menjaga stabilitas harga pangan dan untuk memastikan ketersediaan stok beras selama beberapa waktu ke depan.
Untuk diketahui, dinas ditarget realisasi LTT seluas 17.668 hektare (ha) di MT II tahun ini atau selama periode April-September 2025. Lalu, realisasi hingga Juli lalu mencapai sekitar 17.531 ha. "Masih ada 137 ha yang belum terpenuhi," ujar Kepala Dispertan Tulungagung, Suyanto.
Lalu, 1 ha lahan sawah diproyeksikan memproduksi sekitar 6,8 ton padi. Dengan demikian, dari target LTT seluas 17.668 ha, lahan sawah di Tulungagung diproyeksikan dapat menghasilkan padi sekitar 120.128 ton padi.
Ada waktu kurang dari dua bulan untuk merealisasi sisa target LTT di MT II tahun ini. Menurut Yanto, hal ini bisa direalisasi jika tak ada kendala berarti dalam masa tanam.
Pasalnya, selama ini ada berbagai kendala yang menyebabkan jumlah produksi tahunan menurun atau bahkan mengalami puso.
Mulai dari gangguan hama, faktor cuaca, dan sejumlah faktor yang juga turut jadi penyebab. "Tapi kalau kena gangguan puso, wereng, ya mengurangi (jumlah produksi padi)," tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana