RADAR TULUNGAGUNG – Awan duka menyelimuti keluarga korban kecelakaan maut di Jalan Raya Ngingas, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, pada Rabu (27/8/2025) lalu.
Salah satu dari dua bocah SD yang menjadi korban yaitu Rasya Ramadhan Athaya Hermawan, murid kelas 5 SDN 2 Campurdarat, meninggal dunia pada Senin (1/8/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.
Baca Juga: Tabrak Truk Peti Kemas, Satu Lansia dan Dua Bocah SD di Tulungagung Luka Berat
Bocah 11 tahun tersebut menghembuskan nafas terakhir setelah sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Kabar duka tersebut dibenarkan Plt Kepala Sekolah SDN 2 Campurdarat Khori Hapsah. Dia mengaku mendapat kabar tersebut setelah Subuh.
Baca Juga: Tertabrak Kendaraan Tak Dikenal, Pesepeda di Tulungagung Tewas
“Saya dapat kabar setelah subuh, anak kami (Rasya) meninggal sekitar pukul 03.30. Kemarin saat saya jenguk, kondisinya sudah sempat henti jantung dua kali dan dibantu alat pernapasan sejak masuk rumah sakit,” ungkapnya.
Sementara itu, korban lainnya, Arjuna Virendra Abiyyuu Widodo Miko Junior, 11, yang duduk di bangku kelas 6 SD, dilaporkan sudah mulai membaik.
Baca Juga: Tabrakan Beruntun di Besuki Tulungagung, Satu Warga Trenggalek Meninggal Dunia
“Arjuna kemarin masih menjalani perawatan, tapi hari ini Insyaallah sudah diperbolehkan pulang,” tambah Khori.
Pihak sekolah turut berduka dan menggelar doa bersama untuk almarhum Rasya. Sebelumnya mereka juga menggelar hal serupa untuk mendoakan kesembuhan Rasya dan Arjuna.
“Jumat kemarin sudah ada doa bersama mulai kelas 1 sampai kelas 6. Pagi ini kami juga menggelar apel, memberitahukan pada teman-teman bahwa Rasya sudah meninggal dan mendoakannya bersama-sama,” jelasnya.
Sekadar mengingatkan, pada Rabu (27/8/2025) terjadi kecelakaan di Jalan Raya Ngingas, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung.
Insiden tersebut melibatkan sebuah truk peti kemas dan sepeda motor yang ditumpangi tiga orang.
Peristiwa ini mengakibatkan pengendara seorang pria lanjut usia, serta dua penumpangnya yang masih menggunakan seragam pelajar SD mengalami luka berat.
Para korban pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. ****
Editor : Dharaka R. Perdana