RADAR TULUNGAGUNG – Situasi keamanan di sejumlah daerah di sekitar Tulungagung belakangan ini menjadi sorotan banyak pihak.
Apalagi daerah yang menjadi sasaran jaraknya tidak begitu jauh alias bertetangga dengan Tulungagung, seperti di Kota/Kabupaten Kediri dan Kota/Kabupaten Blitar.
Baca Juga: Keamanan Tulungagung Ditingkatkan, Kapolres: Jangan Mudah Terprovokasi, Orang Tua Wajib Awasi Anak
Alhasil hal tersebut membuat aparat keamanan di Tulungagung meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi hal serupa menjalar.
Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukanlah bentuk penyampaian pendapat sebagaimana dijamin undang-undang.
Menurut dia, aksi yang dilakukan pada malam hari, tanpa penanggung jawab, dan tanpa tuntutan yang jelas, bukanlah unjuk rasa dan bukan penyampaian pendapat, melainkan kerusuhan yang sengaja ditunggangi pihak-pihak tertentu.
Karena penyampaian aspirasi masyarakat ada tata caranya, ada batas waktunya, dan ada koordinator maupun penanggungjawabnya.
Baca Juga: Aktivitas Staf DPRD Tulungagung Masih Normal, Namun Sekretaris Dewan Tetap Lakukan Ini
“Kalau kita mencermati situasi, jelas ada pihak yang menunggangi, sengaja memperkeruh suasana, dan memprovokasi warga. Itu bukan unjuk rasa. Tidak ada aksi penyampaian pendapat yang dilaksanakan malam hari. Apa yang terjadi di tetangga kita itu murni kerusuhan,” tegas Kapolres.
Ia menambahkan, masyarakat Tulungagung harus belajar dari peristiwa tersebut agar tidak terprovokasi. “Kerusuhan tidak boleh terjadi di Tulungagung. Kita harus jaga bersama daerah ini tetap aman,” ujarnya.
Baca Juga: Kunker Luar Negeri dan Tunjangan Anggota DPR RI Dicabut, Begini Pesan Presiden Prabowo Subianto
Tak hanya itu Kapolres turut mengajak semua elemen masyarakat di Kabupaten Tulungagung untuk bersatu menolak kerusuhan.
“Kami bersama seluruh elemen masyarakat menyatukan tekad, menyatukan semangat, untuk menjaga Tulungagung. Warga kita sepakat menolak kerusuhan, menolak perpecahan. Kita ingin Tulungagung tetap aman, tentram, dan guyub rukun,” ucap Kapolres.
Kapolres juga menjadwalkan pertemuan dengan mahasiswa untuk berdialog dan mendengarkan aspirasi. Hal ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak menutup ruang komunikasi, tetapi ingin memastikan aspirasi disampaikan dengan cara yang benar dan damai.
"Setelah ini sudah diagendakan untuk pertemuan dengan para mahasiswa Tulungagung untuk menyampaikan aspirasinya," pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana