TULUNGAGUNG – Ribuan warga Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, memadati jalan desa pada Minggu (31/8) dalam Karnaval Budaya Sobontoro 2025. Acara ini menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia (RI) dengan mengusung tema “Merajut Kebhinekaan, Membangun Persatuan.”
Tidak kurang dari 10 RW dan 66 RT ikut serta dalam pawai budaya ini. Peserta menampilkan berbagai atraksi seni, busana tradisional, hingga pertunjukan kreatif yang mencerminkan kekayaan budaya sekaligus semangat kebersamaan warga Tulungagung.
Antusiasme masyarakat desa terlihat luar biasa. Ribuan warga dari 10 RW dan 66 RT tumpah ruah memenuhi jalur karnaval yang merupakan agenda rutin di Tulungagung ini.
Kepala Desa (Kades) Sobontoro, Sodiq Afandi SSos mengungkapkan, jumlah peserta yang terlibat tahun ini jauh lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.
“Kalau tahun lalu sebelum magrib sudah selesai, kali ini sampai hampir pukul 22.00 malam baru usai. Antusiasme warga Sobontoro sungguh luar biasa,” ujarnya penuh syukur.
Sebelum acara, persiapan karnaval sudah dilakukan pemdes sejak jauh hari melalui musyawarah yang melibatkan seluruh lembaga desa, karang taruna, hingga para ketua RT/RW.
Panitia juga menata jalur rute karnaval agar tidak mengganggu lalu lintas umum dengan memanfaatkan banyaknya akses alternatif di Desa Sobontoro.
Kades Sodiq Afandi menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi masyarakat yang melampaui ekspektasi.
Tahun ini, antusiasme warga Sobontoro sangat tinggi. Jika tahun lalu karnaval selesai sebelum magrib, kali ini baru tuntas hampir pukul 22.00 malam. Ini bukti kebersamaan dan semangat warga Sobontoro luar biasa.
“Alhamdulillah kendala relatif kecil. Hanya soal waktu saja, karena warga banyak yang bekerja. Namun, semangat gotong royong membuat acara tetap berjalan lancar, aman, dan kondusif,” tambah Sodiq, sapaan akrabnya.
Baca Juga: Rawat Suami Stroke, Wanita Tua Asal Tulungagung Ditemukan Tak Bernyawa
Kemeriahan karnaval juga mendapat perhatian para tamu kehormatan. Hadir Wakil Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin SM, bersama jajaran Muspika Forkopimcam Boyolangu mulai dari kapolsek, camat, danramil, hingga beberapa kepala desa tetangga dan anggota DPRD Tulungagung.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat menjaga budaya dan kebersamaan.
Karnaval tahun ini bukan sekadar hiburan. Bagi masyarakat Sobontoro, kegiatan ini menjadi ruang mempererat silaturahmi, menumbuhkan persatuan, sekaligus melestarikan tradisi leluhur.
“Meskipun berbeda suku, budaya, dan agama, kita tetap satu. Satu Sobontoro. Melalui karnaval ini, kita ingin menumbuhkan kembali kecintaan pada budaya leluhur yang arif dan bersahaja,” tegas Kades Sodiq.
Salah satu panitia PHBN, Kasan, menambahkan bahwa karnaval budaya ini menjadi wadah kreativitas warga sekaligus pengikat solidaritas.
“Harapan kami tahun depan lebih meriah lagi, dengan kreativitas yang semakin beragam dan bisa mencakup lebih luas,” katanya.
Sodiq Afandi, atas penyelenggaraan Karnaval Budaya Desa Sobontoro saat ini, mewakili Pemdes Sobontoro, menyampaikan ucapan terima kasih kepada elemen masyarakat, panitia, aparat keamanan TNI-Polri, linmas, hingga seluruh organisasi masyarakat yang turut menjaga ketertiban acara ini berjalan lancar.
Karnaval Budaya Sobontoro 2025 pun menorehkan catatan manis. “Bukan hanya meriah, melainkan juga sarat makna persatuan, kebinekaan, dan cinta tanah air di tengah keberagaman masyarakat Tulungagung,” tutup Sodiq. (rin/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah