RADAR TULUNGAGUNG – Meski rencana aksi unjuk rasa di Tulungagung pada Kamis (4/9/2025) resmi dibatalkan, Polres Tulungagung tetap menyiagakan 1.470 personel gabungan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Hal ini disampaikan langsung Kapolres Tulungagung AKBP Muhammad Taat Resdi. Dia menjelaskan pengamanan ini tersebar di beberapa titik strategis dengan fokus utama pada mapolres dan Gedung DPRD Tulungagung.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Demo Harus Berizin dan Berhenti Tepat Waktu, Ini Alasannya
“Kami tetap siaga hari ini, karena tidak menutup kemungkinan kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab ini sudah berada di Tulungagung dan tetap nekat. Namun dengan dukungan seluruh masyarakat, saya yakin situasi bisa kita antisipasi sehingga Tulungagung tetap aman dan kondusif,” tegas Kapolres.
Menurut dia, dari hasil pemetaan, terdeteksi ada kelompok kecil yang mencoba masuk ke wilayah Kabupaten Tulungagung.
Mereka diketahui membagikan rute pergerakan melalui aplikasi pemetaan digital untuk mengajak kelompok lain bergabung.
Kelompok ini bukan datang membawa isu lokal dan tidak punya keresahan apa pun terkait Tulungagung.
"Justru mereka datang sengaja hanya untuk membuat kerusuhan. Di Kota Kediri, mereka sudah berhasil memprovokasi masyarakat hingga terjadi aksi anarkis, dan videonya sudah beredar,” ungkapnya.
Baca Juga: Sah, Rencana Aksi Unjuk Rasa di Tulungagung Hari Ini Resmi Batal Digelar, Ini Latar Belakangnya
Dia menambahkan, modus kelompok tersebut adalah menyebarkan ajakan untuk berdemo secara anarkis, bahkan memancing dengan iming-iming tertentu agar masyarakat tergerak.
Karena itu, pihak kepolisian tetap menyiapkan pola pengamanan melalui penempatan personel di sejumlah titik serta patroli intensif di wilayah kota dan sekitarnya.
Baca Juga: Personel TNI di Tulungagung Ikut Amankan Objek Vital, Dandim 0807: Satu Peleton Dua Shift
“Kami tidak boleh under estimate. Personel tetap kami plotting ke titik-titik rawan dan patroli jalan terus. Kami minta masyarakat tidak perlu khawatir, silakan beraktivitas seperti biasa. Insyaallah dengan doa restu dan dukungan seluruh masyarakat, situasi Tulungagung akan tetap aman,” lanjutnya.
Kapolres memastikan tidak ada penutupan jalan utama di Tulungagung. Hanya akses di depan Mapolres Tulungagung yang ditutup sementara untuk parkir pasukan. Penutupan itu meliputi ruas jalan dari Simpang BTA hingga depan gereja.
“Kami rencanakan siaga ini hanya untuk hari ini, tapi nanti akan kami evaluasi. Kalau memang situasi mengharuskan, penjagaan bisa diperpanjang,” ujarnya.
Terkait kemampuan kelompok perusuh, Kapolres menyebut mereka bukan kelompok terlatih, namun terlihat berpengalaman dalam memicu kericuhan. “Kalau dilihat dari video aksinya di Kediri, mereka tampak terbiasa membuat kerusuhan,” tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana