RADAR TULUNGAGUNG – Situasi nasional yang belakangan ini memanas turut menjadi perhatian masyarakat Tulungagung.
Menyikapi kondisi tersebut, sejumlah elemen pemuda menginisiasi kegiatan Doa untuk Negeri yang digelar di Taman Tugu RA Kartini, di sisi utara Aloon-aloon Tulungagung pada Sabtu malam (6/9/2025 ).
Kegiatan yang dihadiri ratusan peserta ini diprakarsai oleh Rembuk Pemuda Tulungagung bersama Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK) dan Pepelingasih Tulungagung.
Acara ini tidak hanya sekadar doa bersama, melainkan juga ruang refleksi bagi masyarakat serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Tulungagung untuk mempererat kebersamaan.
Ketua Pelaksana, Mohamad Fauzi Mizanul Ulum, menegaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi bangsa. “
Apalagi kemarin Tulungagung sempat ikut memanas karena adanya isu provokasi dalam aksi demonstrasi.
Baca Juga: Tiga Hari Belajar Daring di Rumah, Kegiatan Belajar Mengajar di Tulungagung Mulai Normal
"Alhamdulillah bisa dimitigasi oleh pimpinan daerah berkolaborasi dengan masyarakat. Melalui doa bersama ini, kami ingin mengingatkan semua pihak untuk tetap bijak dalam menyuarakan aspirasi serta menjaga Tulungagung,” ungkapnya.
Koordinator Rembuk Pemuda Tulungagung, Hafizh Mohammad Ismi Prakoso, mengatakan bahwa Rembuk Pemuda berkomitmen menjadi mediator antara jajaran pimpinan di Kabupaten Tulungagung dengan masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kerja keras Forkopimda yang dinilai berhasil menjaga stabilitas di tengah situasi yang sempat memanas.
Baca Juga: Sah, Rencana Aksi Unjuk Rasa di Tulungagung Hari Ini Resmi Batal Digelar, Ini Latar Belakangnya
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang hadir langsung di lokasi. Bupati pun menegaskan pentingnya kegiatan kebersamaan semacam ini.
“Kami sangat mendukung agenda seperti ini. Doa bersama bukan hanya simbol, tapi juga cara kita memperkuat persaudaraan. Dengan demikian, aspirasi masyarakat bisa tersampaikan secara damai dan penuh kedewasaan,” ucap Bupati.
Puncak acara berlangsung saat seluruh peserta menyalakan lilin, berdiri khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ibu Pertiwi. Nyala lilin yang berderet di sepanjang area Tugu Kartini menciptakan suasana hening penuh haru, seolah menggambarkan semangat kebersamaan yang ingin terus dijaga.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Tulungagung, Kapolres Tulungagung yang diwakili Kasat Intelkam, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), serta jajaran pengurus Rembuk Pemuda, GMPK, dan Pepelingasih Tulungagung.
Kehadiran tokoh-tokoh tersebut semakin menegaskan dukungan terhadap upaya menjaga kondusivitas daerah.
Melalui kegiatan Do’a Untuk Negeri, penyelenggara berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemuda.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendorong pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, serta benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Doa bersama ini adalah momentum. Kami ingin mengajak semua elemen untuk kembali meneguhkan tekad bersama, agar Tulungagung senantiasa menjadi daerah yang aman, damai, dan penuh persaudaraan,” pungkas Ketua Pelaksana. ****
Editor : Dharaka R. Perdana