Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Terkena Api Leang Leong yang Menyambar Balon Mainan, Dua Bocah Asal Tulungagung Alami Luka Bakar

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 9 September 2025 | 03:49 WIB

Balon mainan di Ngunut terbakar saat ada pawai dan melukai dua balita.
Balon mainan di Ngunut terbakar saat ada pawai dan melukai dua balita.

RADAR TULUNGAGUNG - Pawai budaya di Desa/Kecamatan Ngunut, Tulungagung, Sabtu (6/9) malam, diwarnai insiden kebakaran yang melibatkan kumpulan balon milik pedagang keliling.

Peristiwa ini menyebabkan dua balita mengalami luka bakar pada bagian kaki dan sudah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Ngunut, Tulungagung.

Baca Juga: Dukuh Culture Carnival 2025, Warga Desa Dukuh di Tulungagung Rayakan HUT RI ke-80 dengan Pawai Budaya

Momen kebakaran itu terekam dalam video warga dan tersebar luas di media sosial. Dalam rekaman tampak atraksi liang liong atau barongsai naga yang menyemburkan api dari mulutnya.

Saat melewati ruas Jalan Demuk Ngunut, percikan api mengenai balon yang dijajakan pedagang hingga seketika memicu kobaran api.

Baca Juga: Sosok Damar Wishnu Dewangga, Bocah Garuda Wisnu Kencana yang Bikin Heboh Pawai Bhinneka Tulungagung 2025

Kepanikan sempat terjadi di sekitar lokasi. Sejumlah penonton berusaha memadamkan api, namun dua balita yang berada tak jauh dari balon ikut menjadi korban.

“Benar ada kebakaran balon akibat tersambar api dari atraksi liang liong. Dari laporan polsek, dua anak mengalami luka di bagian kaki,” terang Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, Senin (8/9).

Baca Juga: Spektakuler, PHBN 2025 di Desa Mulyosari Tulungagung, Ribuan Warga Tumpah Ruah dan Larut dalam Kemeriahan Pawai Hasil Bumi

Kedua balita langsung dibawa ke RSU Madinah Ngunut untuk mendapatkan perawatan. Pihak panitia pawai bersama pemerintah desa disebut telah menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

“Alhamdulillah sudah ditangani dan pengobatan ditanggung panitia serta pemerintah desa, sehingga permasalahan bisa diselesaikan,” jelasnya.

Baca Juga: Pawai Oncor dan Lampion Menjadi Tradisi Warga Tulungagung dalam Menyambut Hari Raya Idul Adha

Meski sempat terjadi insiden, jalannya pawai budaya tetap berlangsung hingga akhir. Pihak kepolisian mengingatkan agar setiap kegiatan serupa lebih memperhatikan aspek keselamatan.

“Kami mengimbau panitia maupun peserta supaya lebih waspada, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#kebakaran #ngunut #tulungagung #pawai budaya #balita