Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Massa Pejuang Gayatri di Tulungagung Gelar Aksi Damai, Tuntut Redistribusi Tanah dan Hentikan Proyek Makam Ilegal

Sandy Sri Yuwana • Kamis, 11 September 2025 | 22:07 WIB

Massa Pejuang Gayatri saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Tulungagung, Kamis (11/9/2025). (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Massa Pejuang Gayatri saat menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Tulungagung, Kamis (11/9/2025). (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Ratusan masyarakat yang menamakan diri Pejuang Gayatri menggelar aksi damai di pusat kota Tulungagung pada Kamis (11/9/2025).

Massa Pejuang Gayatri berasal dari berbagai lapisan masyarakat dari berbagai wilayah di Tulungagung, termasuk empat kelompok masyarakat (Pokmas) dari Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung; Desa Nyawangan dan  Desa Picisan, keduanya di Kecamatan Sendang; dan Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir.

Baca Juga: Shangrila Memorial Park di Tanggunggunung Dibangun, Digadang Bakal Jadi Ikon Wisata Baru

Dalam aksi ini, Pejuang Gayatri melayangkan sejumlah tuntutan kepada Pemkab Tulungagung maupun pemerintah pusat, terutama terkait redistribusi tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Dan pembangunan proyek pemakaman swasta Shangrila Memorial Park di Desa Ngepoh, Kecamatan Tanggunggunung, yang dinilai ilegal, karena tidak memiliki dasar hukum perda.

Baca Juga: Wisata Religi Makam Mbah Melinjo dan Shangrila Memorial Park di Desa Ngepoh

Delapan poin tuntutan pokmas tersebut yang disampaikan para pengunjuk rasa. Tuntutan tersebut dibacakan oleh salah satu koordinator aksi unjuk rasa, Ahmad Dardiri.

Pantauan Radar Tulungagung, aksi dimulai di Kantor ATR/BPN Tulungagung pada sekira pukul 11.00. Massa berorasi menyuarakan tuntutannya, namun tidak ada pimpinan BPN yang menemui langsung.

Baca Juga: 1.470 Personel Gabungan Tetap Bersiaga di Tulungagung, Meski Unjuk Rasa Batal Digelar, Kapolres Ungkap Penyebabnya

Massa kemudian bergerak ke titik kedua, yaitu depan gedung DPRD Tulungagung. Di lokasi ini, mereka akhirnya ditemui oleh jajaran Forkopimda, termasuk Kepala Kantor Pertanahan Tulungagung, Gatot Suyanto.

Saat dialog dengan massa ditengah aksi unjuk rasa berlangsung, Gatot menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan masyarakat.

Baca Juga: Kondisi Kamtibmas di Tulungagung Berangsur Normal, Namun Patroli Besar Tetap Dilakukan Polres Tulungagung, Titik Ini Sasarannya

“Wajib ditindaklanjuti. Terima kasih, saya akan sampaikan ke pimpinan kami. Kami butuh waktu untuk menindaklanjuti,” ujarnya di hadapan demonstran.

Namun, ketika didesak soal legalitas proyek makam sebelum ada perda, Gatot tidak memberikan jawaban tegas.

Beberapa kali ia menyebut bahwa hal tersebut bukan kewenangan pihak Kantor Pertanahan Tulungagung.

Sementara menurut para pendemo proyek makam tersebut belum ada perda yang mengaturnya. Hal ini memicu sorakan massa yang menilai jawaban tersebut tidak memuaskan.

Baca Juga: Terduga Provokator Penyerangan Mapolres Kediri Kota Tertangkap di Tulungagung, Kapolres Ungkap Pemicu Aksi Nekat Warga Klaten Ini

Sebagai bentuk komitmen, Gatot akhirnya menandatangani dokumen tuntutan yang diajukan masyarakat.

Ia berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada atasan yang lebih berwenang di tingkat provinsi maupun pusat. "Akan segera kami tindaklanjuti ke atasan kami," janji Gatot

Massa aksi memberi waktu selama dua Minggu untuk pihak ATR/BPN Tulungagung menyelesaikan tuntutan masyarakat tersebut.

Baca Juga: Penutupan Jalan Protokol Berakhir, Lalu Lintas di Pusat Kota Tulungagung Mulai Normal, Masyarakat Sudah Bisa Beraktivitas Normal

"Dua Minggu pak. Kami minta selesaikan dalam waktu dua Minggu," teriakan para demonstran secara bergantian.

Aksi damai Pejuang Gayatri berakhir dengan tertib. Massa menegaskan, jika dalam waktu 14 hari tidak ada tindak lanjut nyata, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#aksi damai #pejuang gayatri #tulungagung #tuntutan