Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

645 Personel Kepolisian Dikerahkan Amankan Aksi Damai Pejuang Gayatri di Kantor ATR/BPN dan DPRD Tulungagung

Sandy Sri Yuwana • Jumat, 12 September 2025 | 00:24 WIB

Bupati Gatut Sunu menemui pengunjuk rasa dengan pengamanan ketat anggota kepolisian. (ADITYA YUDA/RADAR TULUNGAGUNG)
Bupati Gatut Sunu menemui pengunjuk rasa dengan pengamanan ketat anggota kepolisian. (ADITYA YUDA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Aksi damai masyarakat Tulungagung yang menamakan diri Pejuang Gayatri di pada Kamis (11/9/2025) berlangsung aman dan tertib.

Ribuan massa yang berkumpul sejak pagi hingga siang di Tulungagung, baik di Kantor ATR/BPN maupun DPRD, dikawal ketat aparat kepolisian.

Baca Juga: Massa Pejuang Gayatri Soroti Isu Kerenggangan Hubungan Dwitunggal Pemkab Tulungagung, Wabup Ahmad Baharudin: Kami Baik-baik Saja

Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, mengungkapkan bahwa pihaknya menurunkan 645 personel untuk memastikan penyampaian pendapat di muka umum berjalan lancar.

“Alhamdulillah, sesuai rencana, kegiatan hari ini berlangsung aman dan lancar. Semoga semua peserta aksi bisa kembali ke rumah masing-masing dengan damai dan selamat,” ujarnya.

Baca Juga: Tanggapi Tuntutan Pejuang Gayatri Tentang Makam Modern Shangrila Memorial Park, Ketua DPRD Tulungagung Bakal Komunikasikan Lebih Lanjut

AKBP Taat menegaskan, setiap kegiatan masyarakat, khususnya aksi penyampaian pendapat seperti ini, tidak boleh dianggap remeh.

“Kami tidak memandang enteng, tidak underestimate. Semua aksi akan kami amankan secara optimal. Mengamankan itu termasuk menjaga hak masyarakat agar aspirasinya tersampaikan tanpa gangguan,” jelasnya.

Baca Juga: Skema A8, B3, dan C17 Disuarakan pada 20 Tuntutan Pejuang Gayatri di Hadapan Forkopimda Tulungagung, Apa Artinya?

Polres Tulungagung juga melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk mencegah adanya pihak luar yang berniat mengacaukan aksi. “Alhamdulillah, tidak ada provokator. Semua berjalan damai. Ini jadi contoh yang baik,” tambahnya.

Menanggapi terkait isu adanya penggembosan massa, Kapolres menegaskan hal itu tidak benar. “Kalau ada penggembosan, tidak mungkin kami siapkan personel sebanyak ini. Justru kami percaya teman-teman massa aksi akan melaksanakan penyampaian pendapat dengan damai,” katanya.

Baca Juga: Massa Pejuang Gayatri di Tulungagung Gelar Aksi Damai, Tuntut Redistribusi Tanah dan Hentikan Proyek Makam Ilegal

Selain mengawal aksi 11 September, Polres juga tengah menyiapkan pengamanan untuk aksi serupa yang dijadwalkan pada Senin, 15 September 2025.

“Sudah ada pemberitahuan untuk tanggal 15. Kami akan siapkan pengamanan secara optimal lagi,” ujar AKBP Taat.

Ia juga memastikan bahwa setiap masukan maupun informasi yang disampaikan masyarakat dalam aksi akan ditindaklanjuti dengan kajian dan proses sesuai prosedur.

“Harapannya, jika ada pelanggaran, bisa diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pejuang gayatri #tulungagung #kepolisian