RADAR TULUNGAGUNG - Aksi damai masyarakat Tulungagung yang menamakan diri Pejuang Gayatri di pada Kamis (11/9/2025) berlangsung aman dan tertib.
Ribuan massa yang berkumpul sejak pagi hingga siang di Tulungagung, baik di Kantor ATR/BPN maupun DPRD, dikawal ketat aparat kepolisian.
Kapolres Tulungagung, AKBP Muhammad Taat Resdi, mengungkapkan bahwa pihaknya menurunkan 645 personel untuk memastikan penyampaian pendapat di muka umum berjalan lancar.
“Alhamdulillah, sesuai rencana, kegiatan hari ini berlangsung aman dan lancar. Semoga semua peserta aksi bisa kembali ke rumah masing-masing dengan damai dan selamat,” ujarnya.
AKBP Taat menegaskan, setiap kegiatan masyarakat, khususnya aksi penyampaian pendapat seperti ini, tidak boleh dianggap remeh.
“Kami tidak memandang enteng, tidak underestimate. Semua aksi akan kami amankan secara optimal. Mengamankan itu termasuk menjaga hak masyarakat agar aspirasinya tersampaikan tanpa gangguan,” jelasnya.
Polres Tulungagung juga melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk mencegah adanya pihak luar yang berniat mengacaukan aksi. “Alhamdulillah, tidak ada provokator. Semua berjalan damai. Ini jadi contoh yang baik,” tambahnya.
Menanggapi terkait isu adanya penggembosan massa, Kapolres menegaskan hal itu tidak benar. “Kalau ada penggembosan, tidak mungkin kami siapkan personel sebanyak ini. Justru kami percaya teman-teman massa aksi akan melaksanakan penyampaian pendapat dengan damai,” katanya.
Selain mengawal aksi 11 September, Polres juga tengah menyiapkan pengamanan untuk aksi serupa yang dijadwalkan pada Senin, 15 September 2025.
“Sudah ada pemberitahuan untuk tanggal 15. Kami akan siapkan pengamanan secara optimal lagi,” ujar AKBP Taat.
Ia juga memastikan bahwa setiap masukan maupun informasi yang disampaikan masyarakat dalam aksi akan ditindaklanjuti dengan kajian dan proses sesuai prosedur.
“Harapannya, jika ada pelanggaran, bisa diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana