RADAR TULUNGAGUNG - Kelompok nelayan Pantai Sine ikut menyuarakan aspirasinya bersama Pejuang Gayatri di depan kantor DPRD Tulungagung pada Kamis (11/9/2025).
Nelayan Pantai Sine menuntut pemerintah lebih memperhatikan warga dan nelayan di sekitar pantai di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung itu.
Agar kehidupan para warga dan nelayan yang beraktivitas di Pantai Sine bisa lebih sejahtera.
“Harapannya ke depan warga sini selalu diperhatikan oleh pemerintah. Banyak kebutuhan dasar kami yang belum terpenuhi,” kata Suhendra, koordinator lapangan kelompok nelayan Pantai Sine, saat ditemui di sela-sela aksi.
Menurut Suhendra, ada dua hal utama yang ingin mereka sampaikan. Pertama, soal kebutuhan infrastruktur dasar seperti jalan beraspal yang layak.
Kedua, persoalan administrasi lahan tempat tinggal warga yang hingga kini banyak belum memiliki surat resmi.
“Kami ingin kejelasan lahan rumah-rumah warga. Sampai sekarang banyak yang belum ada sertifikatnya. Itu yang kami tekankan ke BPN, DPR, dan juga bupati,” ujarnya.
Mereka datang menggunakan satu mobil pickup dan tanpa membawa atribut berlebihan, hanya semangat dan keyakinan bahwa suara rakyat kecil harus didengar.
Selama aksi, kelompok nelayan Sine berdiri sejajar dengan ribuan massa lain di depan kantor ATR/BPN dan kemudian bergerak menuju DPRD Tulungagung.
Meski lokasi aksi demo ini jauh dari pantai, mereka rela meninggalkan aktivitas melaut sehari penuh demi ikut bersuara.
Demi mewakili masyarakat didaerahnya bahwa rakyat kecil harus diperhatikan hingga plosok-plosok daerah Tulungagung.
“Langsung balik habis ini, Mas. Dari pagi sudah di sini. Persiapan juga sejak akhir Agustus kemarin,” tutur Suhendra.
Bagi kelompok nelayan ini, aksi Pejuang Gayatri bukan sekadar orasi, melainkan wadah untuk menyampaikan keresahan hidup sehari-hari.
Mereka percaya, jika aspirasi terus disuarakan bersama-sama, maka peluang perubahan akan semakin besar. ****
Editor : Dharaka R. Perdana