Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nelayan Pantai Sine Ikut Aksi Damai Pejuang Gayatri di Depan Kantor DPRD Tulungagung, Ini Aspirasi yang Mereka Gaungkan

Sandy Sri Yuwana • Jumat, 12 September 2025 | 00:52 WIB

Nelayan Sine mengikuti aksi damai Pejuang Gayatri di depan kantor DPRD Tulungagung. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Nelayan Sine mengikuti aksi damai Pejuang Gayatri di depan kantor DPRD Tulungagung. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Kelompok nelayan Pantai Sine ikut menyuarakan aspirasinya bersama Pejuang Gayatri di depan kantor DPRD Tulungagung pada Kamis (11/9/2025).

Nelayan Pantai Sine menuntut pemerintah lebih memperhatikan warga dan nelayan di sekitar pantai di Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung itu.

Baca Juga: 645 Personel Kepolisian Dikerahkan Amankan Aksi Damai Pejuang Gayatri di Kantor ATR/BPN dan DPRD Tulungagung

Agar kehidupan para warga dan nelayan yang beraktivitas di Pantai Sine bisa lebih sejahtera.

“Harapannya ke depan warga sini selalu diperhatikan oleh pemerintah. Banyak kebutuhan dasar kami yang belum terpenuhi,” kata Suhendra, koordinator lapangan kelompok nelayan Pantai Sine, saat ditemui di sela-sela aksi.

Baca Juga: Massa Pejuang Gayatri Soroti Isu Kerenggangan Hubungan Dwitunggal Pemkab Tulungagung, Wabup Ahmad Baharudin: Kami Baik-baik Saja

Menurut Suhendra, ada dua hal utama yang ingin mereka sampaikan. Pertama, soal kebutuhan infrastruktur dasar seperti jalan beraspal yang layak.

Kedua, persoalan administrasi lahan tempat tinggal warga yang hingga kini banyak belum memiliki surat resmi.

Baca Juga: Tanggapi Tuntutan Pejuang Gayatri Tentang Makam Modern Shangrila Memorial Park, Ketua DPRD Tulungagung Bakal Komunikasikan Lebih Lanjut

“Kami ingin kejelasan lahan rumah-rumah warga. Sampai sekarang banyak yang belum ada sertifikatnya. Itu yang kami tekankan ke BPN, DPR, dan juga bupati,” ujarnya.

Mereka datang menggunakan satu mobil pickup dan tanpa membawa atribut berlebihan, hanya semangat dan keyakinan bahwa suara rakyat kecil harus didengar.

Baca Juga: Skema A8, B3, dan C17 Disuarakan pada 20 Tuntutan Pejuang Gayatri di Hadapan Forkopimda Tulungagung, Apa Artinya?

Selama aksi, kelompok nelayan Sine berdiri sejajar dengan ribuan massa lain di depan kantor ATR/BPN dan kemudian bergerak menuju DPRD Tulungagung.

Meski lokasi aksi demo ini jauh dari pantai, mereka rela meninggalkan aktivitas melaut sehari penuh demi ikut bersuara.

Demi mewakili masyarakat didaerahnya bahwa rakyat kecil harus diperhatikan hingga plosok-plosok daerah Tulungagung.

“Langsung balik habis ini, Mas. Dari pagi sudah di sini. Persiapan juga sejak akhir Agustus kemarin,” tutur Suhendra.

Baca Juga: Massa Pejuang Gayatri di Tulungagung Gelar Aksi Damai, Tuntut Redistribusi Tanah dan Hentikan Proyek Makam Ilegal

Bagi kelompok nelayan ini, aksi Pejuang Gayatri bukan sekadar orasi, melainkan wadah untuk menyampaikan keresahan hidup sehari-hari.

Mereka percaya, jika aspirasi terus disuarakan bersama-sama, maka peluang perubahan akan semakin besar. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#pejuang gayatri #tulungagung #nelayan #pantai sine