RADAR TULUNGAGUNG – Awal musim tanam padi tahun ini di Tulungagung berjalan dengan kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Memasuki September, langit di atas bumi Tulungagung kerap redup disertai hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi petani Tulungagung, terutama terkait potensi ancaman serangan hama.
Berdasarkan pantauan di persawahan Desa Serut dan Desa Kepuh, Kecamatan Boyolangu, Tulungagung, aktivitas menanam padi tetap berlangsung meski diwarnai rasa waswas.
Baca Juga: Tidak Dikejar Target Peningkatan Area Tanam, Tapi Dinas Pertanian Tulungagung Harus Mengejar Ini
Salah satu petani, Sahrudin, menyebut bahwa proses menanam membutuhkan waktu hingga dua minggu, apalagi dengan luas lahan garapan yang besar.
Dia menjelaskan, suhu udara cenderung dingin justru berpotensi memunculkan hama. “Paling sering menyerang sawah saya itu hama siput. Kalau cuaca begini, risikonya makin besar,” ujar Sahrudin saat ditemui di sawahnya, Rabu (10/9/2025).
Hal senada disampaikan Kusno, petani lainnya. Menurut dia, perubahan cuaca yang tidak menentu bisa memicu serangan hama wereng, terutama pada fase awal pertumbuhan padi.
“Kalau baru tanam seperti ini, serangan wereng bisa sangat berpengaruh pada kualitas padi. Itu yang kami khawatirkan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Kusno bersama petani lain sudah menyiapkan berbagai jenis obat untuk membasmi wereng. Dia menekankan, jenis hama wereng yang beragam membutuhkan perlakuan berbeda.
Berdasarkan pantauan Radar Tulungagung, di area persawahan yang luas itu terlihat aktivitas para petani menanam padi.
Ada yang sedang membajak sawah, ada juga yang memilah-milah bibit padi untuk ditanam. Walaupun cuaca mendung dan gerimis, tetapi tidak menyurutkan semangat para petani di sana.
Para petani berharap, meski diawali dengan cuaca yang kurang ideal, musim tanam kali ini dapat menghasilkan panen yang lebih baik dibanding sebelumnya.
Panen terakhir pada Juni lalu dinilai kurang memuaskan, baik dari segi hasil maupun harga jual. ****
Editor : Dharaka R. Perdana