RADAR TULUNGAGUNG - Kalau berkunjung ke Tulungagung, jangan kaget kalau hampir setiap makanan di sini pasti ditemani sesuatu yang pedas.
Entah itu saus botolan, sambal ulek, atau bahkan cabe rawit yang langsung digigit mentah, semua jadi “teman setia” di meja makan orang lokal.
Baca Juga: Gen Z Rela Tersiksa Rasa Pedas Meskipun Bikin Keringat Bercucuran, Begini Alasannya
Bagi orang Tulungagung, makanan tanpa pedas rasanya seperti ada yang kurang. Nasi goreng lebih mantap kalau ditambah potongan cabe rawit segar, bakso terasa kurang hidup tanpa sambal.
Bahkan camilan ringan pun kadang ikut diberi sentuhan pedas biar makin greget dan menambah selera.
Baca Juga: Mengecap Pedasnya Cabai Indonesia, Ragam Pedas yang Menggoda dari Dapur Nusantara
Menariknya, tingkat kepedasan di Tulungagung kadang bikin orang luar kota geleng-geleng kepala.
Sambal yang bagi orang lokal terasa “biasa aja”, bisa jadi sudah bikin peluh bercucuran untuk lidah pendatang.
Tapi justru di situlah keunikan budaya makan di Tulungagung pedas bukan sekadar rasa, melainkan gaya hidup.
Baca Juga: Jajanan SD yang Cuma Ada di Tulungagung Pernah Coba Kue Kucur Pedas?
Bisa dibilang, pedas sudah jadi identitas kuliner daerah ini. Dari warung kaki lima sampai rumah makan besar, cabe selalu siap sedia. Bahkan ada yang punya kebiasaan bawa stok cabe sendiri kalau makan di luar, biar lebih puas.
Jadi, kalau suatu hari kamu main ke Tulungagung, siapkan lidahmu. Karena di sini, pedas bukan hanya tambahan tapi bagian utama dari kenikmatan setiap hidangan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana