RADAR TULUNGAGUNG – Pohon tabebuya di Tulungagung mulai bermekaran dan menghadirkan pemandangan indah di sepanjang jalan protokol perkotaan.
Bunga tabebuya berwarna pink dan putih tampak menghiasi pusat kota Tulungagung, membuat suasana seolah-olah berada di Jepang saat musim sakura.
Tak heran jika tabebuya di Tulungagung menjadi daya tarik warga untuk sekadar berhenti, memotret, atau menikmati keindahannya.
Sayangnya, keindahan tabebuya juga memiliki sisi lain. Bunga ini sangat mudah rontok sehingga sering menutupi trotoar maupun jalan di sekitarnya.
Riyadi, warga Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tulungagung, mengatakan warga sekitar harus lebih rajin menyapu ketika musim tabebuya tiba.
“Indah sekali memang, tapi cepat sekali rontok. Jadi setiap hari harus ada yang membersihkan,” ungkapnya.
Apa Itu Tabebuya?
Tabebuya atau Handroanthus chrysotrichus berasal dari Brasil dan banyak ditanam di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia.
Pohon ini dikenal tahan panas, minim perawatan, dan memiliki daya tarik utama pada bunganya yang mekar lebat.
Baca Juga: Taman Bunga Celosia Bandungan Semarang, Tempat Healing Sejuk yang Hadirkan Wahana Seru
Tabebuya bisa tumbuh hingga 8–15 meter dengan batang kokoh dan cabang rimbun sehingga juga berfungsi sebagai peneduh jalan.
Di Indonesia, tabebuya mulai populer karena keindahannya yang mirip dengan bunga sakura. Namun berbeda dengan sakura yang hanya mekar di musim semi, tabebuya biasanya berbunga pada akhir musim kemarau hingga menjelang musim hujan.
Selain warna pink dan putih yang kini terlihat di Tulungagung, ada juga varietas tabebuya berwarna kuning, ungu, dan merah muda terang.
Tips Perawatan Pohon Tabebuya
Meskipun relatif mudah dirawat, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tabebuya tumbuh sehat dan berbunga lebat:
1. Pemilihan Lokasi Tanam
Tabebuya menyukai sinar matahari penuh, sehingga cocok ditanam di area terbuka seperti pinggir jalan, halaman, atau taman.
Baca Juga: Filosofi Bunga Gerbera, Bunga Lambang Cinta, Persahabatan, dan Harapan
2. Pengairan
Pohon ini cukup tahan kering, namun tetap perlu penyiraman rutin saat musim kemarau panjang.
3. Pemangkasan
Lakukan pemangkasan cabang secara berkala untuk menjaga bentuk pohon dan merangsang pertumbuhan bunga.
Baca Juga: Jenis Bunga dan Artinya bagi Remaja di Tulungagung: Biar Nggak Salah Kasih Kode!
4. Pemupukan
Gunakan pupuk organik atau pupuk NPK setiap 3–4 bulan sekali agar nutrisi tanah terjaga.
5. Pengendalian Hama
Meski jarang terserang, tabebuya tetap perlu dicegah dari ulat daun dan jamur dengan penyemprotan ringan bila diperlukan.
Dengan perawatan yang tepat, tabebuya bisa tumbuh subur dan menjadi daya tarik keindahan kota, seperti yang kini terlihat di Tulungagung. ****
Editor : Dharaka R. Perdana