Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pameran dan Bazar Buku di Tulungagung Bisa Menggenjot Minat Baca Anak Muda? Begini Pandangan Komunitas Dolan Buku

Sandy Sri Yuwana • Senin, 15 September 2025 | 03:06 WIB

Seorang cewek melihat buku yang ditawarkan sebuah penerbit pada pameran di kantor Kelurahan Jepun. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Seorang cewek melihat buku yang ditawarkan sebuah penerbit pada pameran di kantor Kelurahan Jepun. (SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan 2025 di Tulungagung, Minggu (14/9), menjadi momentum untuk meneguhkan kembali pentingnya literasi di era digital.

Kegiatan yang digelar di Perpustakaan Daerah, salah satunya pameran dan bazar buku berhasil menarik ratusan pengunjung dari berbagai kalangan.

Baca Juga: Bisa Berinteraksi dengan Keluarga Cendana, Berikut Kisah Hanik Purwanto Terlibat dalam Penulisan Buku Mbak Tutut: Selangkah di Belakang

Sekadar diketahui, Hari Kunjung Perpustakaan diperingati setiap 14 September di Indonesia. Penetapan hari khusus ini berasal dari kebijakan pemerintah pada era Presiden Soeharto.

Melalui Kepala Perpustakaan Nasional RI pada tahun 1995, pemerintah menetapkan 14 September sebagai momentum untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus mendorong kunjungan ke perpustakaan.

Baca Juga: Buku “Jokowi’s White Paper”, Benarkah Jadi Babak Baru Demokrasi Kritik di Indonesia?

Sejalan dengan itu, komunitas literasi Dolan Buku turut ambil bagian melalui pameran koleksi bacaan dan bazar buku yang sempat dilakukan di Perpusda Tulungagung sepekan belakangan ini.

Teguh Wiyono, perwakilan Dolan Buku, mengapresiasi antusiasme pengunjung yang menurutnya mencerminkan minat baca masyarakat Tulungagung masih terjaga.

Baca Juga: Tandyo Budi Revita Pernah Menulis Buku Otobiografi sebagai TNI, Begini Pendapat Penyuntingnya

“Kalau dari kota Tulungagung, peminat bacanya sangat bagus, mulai anak sekolah SMP, SMA, sampai mahasiswa itu masih banyak. Ada yang memang mencari buku tertentu, ada juga yang random, seperti novel, sosial politik, sampai sejarah,” jelas Teguh.

Meski lokasi pameran buku sempat dipindah di kantor Kelurahan Jepun hingga saat ini (13/9), dia berharap bisa memperluas akses bacaan bagi masyarakat.

Baca Juga: Manuskrip Voynich, Buku Misterius atau Kode Rahasia dari Dunia Lain?

“Ke depan, koleksi yang dibawa bisa lebih banyak lagi sesuai kebutuhan masyarakat Tulungagung,” ujarnya.

Pria ramah ini melanjutkan, peringatan Hari Kunjung Perpustakaan 2025 di Tulungagung sekaligus menjadi sinyal positif bahwa di tengah derasnya arus teknologi digital, budaya membaca tetap memiliki tempat penting di hati masyarakat, khususnya generasi muda.

Apalagi tujuan utamanya yaitu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membaca dan memanfaatkan perpustakaan.

"Selain itu juga untuk mendorong budaya literasi sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Dan untuk mengubah citra perpustakaan dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi ruang belajar, pusat informasi, dan wahana interaksi sosial.

Baca Juga: Manfaat Membaca Buku Setiap Hari untuk Kesehatan Otak dan Wawasan

Hari Kunjung Perpustakaan kini telah berkembang menjadi gerakan literasi nasional yang selaras dengan upaya pemerintah dan berbagai komunitas dalam membangun masyarakat gemar membaca.

Sekaligus menjadi pengingat bahwa budaya membaca adalah kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #Hari Kunjung Perpustakaan #literasi #era digital