Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

20 Tahun Jalan Selingkar Waduk Wonorejo Dibiarkan Rusak, Warga Pagerwojo Gelar Aksi Damai di Depan DPRD Tulungagung

Sandy Sri Yuwana • Senin, 15 September 2025 | 22:04 WIB

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menemui pengunjuk rasa. (ADITYA YUDA/RADAR TULUNGAGUNG)
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menemui pengunjuk rasa. (ADITYA YUDA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG - Warga di sekitar Waduk Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung melakukan aksi unjuk rasa secara damai di depan Gedung DPRD Tulungagung.

Mereka menilai pemerintah tidak serius memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat di pegunungan barat Tulungagung itu.

Selama 20 tahun terakhir, jalan lingkar waduk yang menjadi akses utama mereka tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh.

Baca Juga: Spot Rahasia Waduk Wonorejo Tulungagung, Surga Tersembunyi yang Wajib di Kunjungi

Bagi sebagian warga, perjalanan menuju sawah, ladang, atau tempat kerja adalah perjuangan. Saat musim hujan, jalan licin menambah derita. Roda motor kerap tergelincir, membuat warga harus ekstra hati-hati.

“Kalau hujan, bebatuan itu licin sekali. Pernah anak saya jatuh waktu mau berangkat sekolah,” tutur seorang ibu rumah tangga di Desa Wonorejo dengan wajah murung.

Tidak hanya orang tua yang merasakan, anak-anak sekolah pun ikut menanggung beban. Seragam yang seharusnya rapi seringkali kotor oleh lumpur.

Baca Juga: Terbesar di Asia Tenggara, Berikut Fakta Menarik Waduk Wonorejo Tulungagung

Waktu tempuh ke sekolah pun bertambah, karena kendaraan harus berjalan pelan menghindari lubang yang dalam.

Kadang para pelajar disana terlambat masuk kelas karena akses jalan yang tidak bisa dilalui secara mudah.

Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah keberadaan Waduk Wonorejo, yang merupakan aset nasional yang kerap dibanggakan sebagai salah satu waduk terbesar di Asia Tenggara.

Baca Juga: Pencari Ikan di Waduk Wonorejo Tulungagung Miliki Peran dalam Informasi Penemuan Korban Hanyut Terseret Arus Sungai, Simak Sosoknya    

Bagi warga, waduk itu seolah menyimpan kemegahan, tapi tidak menghadirkan kesejahteraan nyata.

Jalan lingkar yang hanya diperbaiki sepanjang 3 kilometer dalam kurun 20 tahun terakhir menjadi bukti bahwa janji pembangunan belum sepenuhnya ditepati.

Aksi damai yang digelar warga Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung pada Senin (15/9) adalah bentuk akumulasi keresahan yang akhirnya menyeruak ke permukaan.

Mereka menuntut agar pemerintah kabupaten hingga DPRD benar-benar mengawal pembangunan jalan di sekitar waduk.

Koordinator aksi, Rahmad Putra Perdana, menyebut bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa, melainkan dorongan agar pemerintah hadir mendengar suara rakyat.

Baca Juga: Kenali Kecamatan Pagerwojo Tulungagung jadi Lokasi Ibu dan Anak Terseret Arus Sungai, Miliki Potensi Wisata Waduk hingga Keindahan Gunung Wilis

“Kalau tidak ada kritik dari masyarakat, siapa yang akan mengingatkan pemerintah? Waduk ini besar, tapi kami tidak merasakan manfaatnya. Jalan sudah 20 tahun rusak, baru 3 kilometer yang diperbaiki. Itu pun belum cukup untuk warga di lingkar waduk,” ujarnya.

Kini, masyarakat Pagerwojo masih menunggu janji perbaikan jalan yang sudah lama ditagih. Di balik gemerlapnya waduk yang menjadi kebanggaan nasional, ada derita warga yang setiap hari harus berjibaku dengan jalan rusak.

Mereka berharap, aksi damai yang telah dilakukan bisa membuka mata pemerintah, bahwa kesejahteraan bukan hanya soal aset besar, tetapi juga akses jalan yang layak bagi masyarakat kecil. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #jalan lingkar #Waduk Wonorejo