RADAR TULUNGAGUNG - Aksi damai warga selingkar Waduk Wonorejo rupanya tidak berhenti hanya di depan Gedung DPRD Tulungagung.
Usai menyampaikan aspirasi, massa melanjutkan langkah dengan memasang berbagai banner sebagai tanda kekecewaan mereka terhadap kondisi jalan lingkar Waduk Wonorejo yang rusak puluhan tahun tanpa perbaikan menyeluruh, pada Senin (15/9).
Baca Juga: Aksi Damai Warga di Selingkar Waduk Wonorejo Dijagat Ketat Ratusan Personel Kepolisian Tulungagung
Koordinator aksi damai, Rahmad Putra Perdana mengatakan, pemasangan banner itu merupakan simbol peringatan agar pemerintah benar-benar serius menindaklanjuti tuntutan masyarakat.
“Kalau tidak ada kritik dari masyarakat, siapa yang akan mengingatkan pemerintah? Dengan banner ini, kami ingin menunjukkan bahwa suara rakyat tidak bisa dianggap angin lalu,” tegasnya.
Menurut Rahmad, aksi ini juga menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Pagerwojo tidak hanya bersuara sesaat, tetapi akan terus mengawal sampai ada realisasi pembangunan jalan.
Banner-banner yang terpasang di sejumlah titik strategis berisi tulisan sindiran dan desakan, seperti “Ada Waduk, Rakyat Tidak Sejahtera”, “25 Km Rusak, Baru 3 Km Diperbaiki”, hingga “Stop Segala Aktivitas Waduk”.
Dia menambahkan, kondisi jalan lingkar waduk sepanjang sekitar 25 kilometer, dan yang baru terealisasi perbaikan sepanjang 3 kilometer dalam kurun 20 tahun terakhir adalah bentuk ketidakadilan.
“Ini ironis. Salah satu aset besar se-Asia Tenggara ada di Pagerwojo, tapi masyarakatnya masih harus merasakan derita jalan rusak puluhan tahun. Banner ini menjadi simbol kekecewaan sekaligus dorongan agar pemerintah tidak menutup mata,” ujarnya.
Baca Juga: Spot Rahasia Waduk Wonorejo Tulungagung, Surga Tersembunyi yang Wajib di Kunjungi
Rahmad juga menyinggung soal dugaan adanya upaya penggembosan massa aksi. Namun, menurut dia, warga tetap solid karena perjuangan mereka adalah tentang kepentingan bersama.
“Kalau soal penggembosan, itu bisa saja terjadi. Tapi yang jelas, dengan fakta di lapangan, dengan kondisi jalan yang memang rusak, ribuan masyarakat akan tetap bersuara. Ini bukan soal jumlah massa, melainkan soal kepedulian,” jelasnya.
Aksi pemasangan banner tersebut diharapkan mampu menjadi pengingat bagi pemerintah daerah, DPRD, hingga Bupati Tulungagung agar segera melakukan pendampingan dan pengawalan serius terkait pembangunan jalan lingkar waduk.
“Kami berharap setelah ini tidak ada lagi janji-janji kosong. Yang kami minta sederhana, jalan yang layak untuk warga Pagerwojo,” pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana