RADAR TULUNGAGUNG - Banyak orang mengira hidup di kota adalah impian semua orang gaji besar, fasilitas lengkap, dan gaya hidup modern.
Tapi, kalau mampir ke desa-desa di Tulungagung, justru kita akan menemukan cerita berbeda.
Banyak warga Tulungagung yang tetap memilih tinggal di desa, meski sebenarnya mereka punya kesempatan pindah ke kota. Lalu, apa alasannya?
Baca Juga: 5 Makanan Khas Tulungagung Ini Bisa Jadi Obat Rindu Perantau
1. Suasana Tenang, Nggak Bikin Kepala Pusing
Hidup di desa Tulungagung itu seperti punya “surga kecil”. Sawah hijau terbentang, udara segar tanpa polusi, dan suara burung tiap pagi jadi alarm alami.
Beda dengan kota yang penuh klakson, macet, dan gedung-gedung tinggi yang bikin sesak.
Baca Juga: Hari Libur Bareng Keluarga di Tulungagung Ada Beragam Jujukan Tempat Rekreasi Ramah Anak
2. Biaya Hidup Lebih Ringan
Kalau di kota segelas kopi bisa belasan ribu, di desa cukup beberapa ribu rupiah sudah dapat gorengan plus teh hangat.
Sayur, cabai, atau buah bisa petik langsung dari kebun. Nggak heran, banyak orang merasa hidup di desa lebih “lega” tanpa mikir biaya besar.
3. Guyub Rukun, Tetangga Serasa Keluarga
Di Tulungagung, rasa kebersamaan antarwarga desa masih kental. Ada hajatan, semua bantu. Ada kesusahan, tetangga sigap datang.
Beda dengan kota yang kadang satu apartemen bisa nggak kenal siapa yang tinggal di sebelah pintu.
4. Dekat dengan Alam dan Tradisi
Banyak warga Tulungagung bangga dengan tradisi desanya. Mulai dari gotong royong, sedekah bumi, sampai pawai budaya yang meriah tiap tahun.
Hidup di desa bukan cuma soal tempat tinggal, tapi juga soal menjaga warisan leluhur.
5. Rezeki Tetap Bisa Dicari di Desa
Dulu, banyak orang pindah ke kota karena mencari pekerjaan. Tapi sekarang, desa juga punya peluang. Ada yang jadi petani modern, beternak, buka usaha kuliner, sampai jualan online yang bisa kirim barang ke mana saja. Teknologi bikin desa tidak lagi tertinggal.
Bagi orang Tulungagung, tinggal di desa bukan berarti ketinggalan zaman. Justru di sanalah mereka menemukan ketenangan, kebersamaan, dan rezeki yang cukup.
Jadi, jangan heran kalau banyak warga yang lebih memilih hidup di desa karena kadang, kebahagiaan sejati memang bukan soal gemerlap kota, tapi tentang rasa nyaman di tanah sendiri. ****
Editor : Dharaka R. Perdana