Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Penjual Kedelai dan Jagung Rebus di Pinggir Jalan Tulungagung, Hangatnya Camilan Sederhana yang Tak Lekang Waktu

Yoga Dany Damara • Minggu, 21 September 2025 | 01:00 WIB

Di tengah maraknya jajanan instan dan makanan cepat saji, keberadaan penjual kedelai dan jagung rebus di Tulungagung terasa seperti oase. Mereka bukan hanya menjual makanan, tapi juga menjaga warisan
Di tengah maraknya jajanan instan dan makanan cepat saji, keberadaan penjual kedelai dan jagung rebus di Tulungagung terasa seperti oase. Mereka bukan hanya menjual makanan, tapi juga menjaga warisan

RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah hiruk pikuk lalu lintas sore hari di Tulungagung, ada satu pemandangan yang selalu terasa akrab penjual kedelai rebus dan jagung rebus di pinggir jalan.

Dengan gerobak sederhana atau meja kecil berlampu temaram, aroma khas kedelai yang direbus perlahan bercampur dengan wangi jagung manis yang mengepul, seolah mengundang siapa saja yang lewat untuk berhenti sejenak.

Baca Juga: Fakta Lulur Jagung Muda, Bisa Mempercepat Penyembuhan Cacar Air?

Mungkin bagi sebagian orang, camilan ini terdengar terlalu sederhana. Tapi justru kesederhanaan itulah yang membuatnya istimewa.

Satu bungkus kedelai rebus bisa dinikmati bersama teman ngobrol di teras rumah, sementara jagung rebus hangat pas disantap di perjalanan pulang kerja.

Tidak ada saus spesial atau topping mewah hanya rasa alami yang tulus dan menenangkan.

Baca Juga: Air Rebusan Jagung Punya Manfaat Luar Biasa untuk Jaga Kesehatan Tubuh secara Alami ?

Lebih dari sekadar amilan, kedelai rebus punya kandungan protein tinggi yang membuat perut terasa kenyang lebih lama.

Sementara jagung rebus, dengan rasa manis alaminya, jadi sumber energi cepat yang murah meriah. Tidak heran, dagangan mereka selalu laris, apalagi ketika udara malam Tulungagung mulai dingin.

Baca Juga: Nasi Jagung dan Sayur Bening Tulungagung: Menu Legendaris yang Masih Dicari, Bukan Sekadar Kenangan

Yang membuat suasana makin hangat adalah interaksi antara penjual dan pembeli. Sambil menunggu rebusan diangkat, sering kali ada obrolan ringan tentang kabar desa, harga hasil panen, atau sekadar cerita lalu lintas hari itu.

Dari obrolan kecil di pinggir jalan inilah tercipta kedekatan yang sulit ditemukan di restoran modern.

Di tengah maraknya jajanan instan dan makanan cepat saji, keberadaan penjual kedelai dan jagung rebus di Tulungagung terasa seperti oase.

Mereka bukan hanya menjual makanan, tapi juga menjaga warisan kuliner sederhana yang sudah turun-temurun.

Camilan hangat ini menjadi pengingat bahwa tidak semua kenikmatan harus mahal dan rumit kadang justru yang paling sederhana yang paling membekas di hati. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#jagung #tulungagung #pinggir jalan #camilan #kedelai