RADAR TULUNGAGUNG – Ribuan peserta meramaikan gelaran Pawai Kebangsaan Ibu dan Anak se-Kecamatan Tulungagung pada Sabtu (20/9/2025).
Kegiatan di pusat kota Tulungagung yang diikuti sekitar 1.500 anak TK beserta ibunya itu berlangsung meriah dengan penuh semangat kebangsaan.
Pawai kebangsaan tersebut merupakan bentuk partisipasi lembaga pendidikan TK se-Kecamatan Tulungagung dalam memeriahkan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ketua Panitia Pawai yang juga Ketua IGTKI Kecamatan Tulungagung, Dyah Tristarini, mengungkapkan rasa syukurnya karena acara berjalan lancar dan sukses.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan lancar, cuaca mendukung, anak-anak, ibu-ibu, juga para guru terlihat bahagia sekali,” ujarnya.
Menurut Dyah, selain untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, kegiatan ini juga bertujuan melatih kemandirian anak sejak dini, menumbuhkan jiwa nasionalisme, serta mempererat kedekatan antara ibu dan anak.
“Kegiatan ini sempat tertunda karena beberapa hal di luar kemampuan kami, termasuk masa pembelajaran daring kemarin. Harapannya tahun depan bisa lebih meriah, anak-anak lebih semangat, dan pesertanya juga semakin banyak,” tambahnya.
Tak hanya itu, Dyah juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa ke depan tidak hanya melibatkan ibu dan anak, melainkan juga mengikutsertakan para ayah.
"Ke depannya semoga pawai seperti ini bisa lebih meriah dan sukses. Selain itu juga bisa diselenggarakan tidak hanya ibu dan anak saja, namun juga bersama ayahnya," pungkasnya.
Pantauan Radar Tulungagung, sejak pagi sekira pukul 06.30, para peserta pawai ibu dan anak tersebut mulai berdatangan memadati area Kantor Bupati Tulungagung, yang merupakan lokasi pemberangkatan pawai.
Kemudian secara bergantian, TK di wilayah Kota ini diberangkatkan dengan rute ke arah barat menuju pertigaan arah Stasiun Tulungagung, hingga finish di Alun-alun Tulungagung.
Antusias dan keceriaan Ibu dan Anak TK se-Kecamatan Tulungagung terlihat hingga di titik akhir rute pawai.
Setelah finish para peserta pawai masing-masing membubarkan barisan dengan perasaan gembira. ****
Editor : Dharaka R. Perdana