RADAR TULUNGAGUNG - Tingginya jumlah permintaan buku tak sebanding dengan koleksi buku milik Pemkab Tulungagung.
Itu sebabnya Dinpersip Tulungagung membuka donasi buku untuk dibagikan ke masyarakat.
Kabid Perpustakaan Dinpersip Tulungagung, Eta Krisna mengungkapkan, pihaknya menerima banyak permintaan buku dari sejumlah lembaga. Mulai dari sekolah, pemerintah desa, hingga taman baca di sejumlah wilayah.
Itu sebabnya dinas membuka donasi buku ke masyarakat dan berbagai lembaga lain. Begitu kebutuhan buku tercukupi, dinas segera mengalokasikan buku sumbangan ke lembaga-lembaga yang mengajukan permintaan buku.
"Karena banyak buku-buku yang di rumah, maupundi sekolah, ataupun koleksi pribadi, maupun koleksi yang sudah ada di kampus yang tidak bermanfaat. Jadikami membuka donasi," akunya.
"Jadi, ketika buku-buku itu terkumpul nanti bisa dimanfaatkan ke tempat-tempat yang memang membutuhkan. Di kita kan banyak yang mengajukan, minta sumbangan buku," sambungnya.
Meski tak merinci angka pasti, perempuan berjilbab ini mengungkapkan bahwa sampai saat ini tercatat sekitar 10 lembaga mengajukan sumbangan buku ke Dinpersip Tulungagung.
" Kurang lebih 10. Jumlah buku yang kita salurkan terbatas. Makanya kita membuka donasi," akunya.
Nantinya, buku donasi dari warga dan instansi akan dikurasi terlebih dahulu. Pasalnya, tidak semua buku sumbangan akan dilepas atau didonasikan.
Beberapa jenis buku khusus dengan pembahasan tertentu akan disimpan di perpustakaan daerah sebagai koleksi dan aset untuk mengoptimalkan kebermanfaatannya.
"Ada yang ditata sebagian (di perpustakaan daerah) yang koleksi-koleksi ilmiah, (juga) tentang kebudayaan," ujar Eta.
Untuk mengoptimalkan serapan buku donasi, dinas juga bekerja sama dengan sejumlah lembaga lain. Salah satunya perguruan tinggi, UIN SATU Tulungagung.
Baca Juga: Kementerian Agama Buka Program Bantuan Operasional Perpustakaan Masjid 2025, Simak Persyaratannya
"Di sana informasinya banyak yang sudah harus di-rolling. Jadi nanti ke depan lebih banyak lagi yang didonasi," ungkapnya.
Dia menambahkan, minat baca masyarakat terpantau meningkat. Itu sebabnya dinas kewalahan memenuhi permintaan buku.
Baca Juga: Tantangan Perpustakaan Umum Tulungagung di Tengah Minat Baca Buku Rendah
Sayangnya, tingkat literasi masyarakat belum merata. Hal ini yang jadi pekerjaan rumah bagi dinas selanjutnya.
"Karena sdkarang untuk kunjungan perpus pun memang banyak. Target kunjungan sudah terpenuhi. (Tapi) kan cuma beberapa persen dari jumlah penduk di Tulungagung (yang berkunjung)," kata dia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana