RADAR TULUNGAGUNG - Kalau kita menyusuri Tulungagung, ada satu pemandangan khas yang selalu bikin senyum sendiri jalan-jalan sempit alias gang.
Meski lebarnya hanya cukup untuk satu motor lewat, gang di Tulungagung bukan sekadar jalur penghubung rumah ke rumah, tapi juga jadi ruang kehidupan yang penuh cerita.
Baca Juga: Warung Kelontong Tulungagung di Pinggir Gang Detak Jantung Kecil Ekonomi
Di sore hari, anak-anak biasanya menjadikan gang sebagai lapangan dadakan.
Bola plastik ditendang ke sana-sini, teriakan riuh memenuhi udara. Di sudut lain, ibu-ibu duduk melingkar sambil ngobrol ringan mulai dari harga cabai sampai kabar terbaru tetangga.
Sementara itu, bapak-bapak kerap terlihat santai merokok di depan rumah, sesekali nimbrung dalam obrolan.
Baca Juga: Permainan Tradisional di Tulungagung yang Masih Hidup di Gang-Gang Sempit
Gang juga jadi jalur utama pedagang keliling. Suara klakson khas penjual rujak cingur, es puter, atau bakso dorong selalu ditunggu-tunggu.
Begitu lewat, anak-anak langsung lari ke rumah minta uang jajan.
Baca Juga: Jajan Seribu dapat Banyak di Tulungagung, Surga Camilan di Warung Sudut Gang
Meski sederhana, suasana hangat ini justru jarang kita temukan di jalan besar atau perumahan modern.
Gang di Tulungagung seolah punya nyawa, ruang sosial yang mempertemukan orang, menghubungkan cerita, dan menjaga keakraban antarwarga.
Jadi, kalau kamu berkunjung ke Tulungagung, jangan cuma lewat jalan utama. Cobalah masuk ke gang-gangnya.
Di situlah kamu bisa melihat kehidupan asli masyarakat, sederhana tapi penuh warna. ****
Editor : Dharaka R. Perdana