Bukan dalam Cup Khusus, Kenapa Banyak Warung di Tulungagung Menjual Es Teh dalam Plastik dengan Karet?

Yoga Dany Damara • Dipublikasikan Sabtu, 27 September 2025 | 20:35 WIB

Jadi, kalau berkunjung ke Tulungagung, jangan heran kalau es teh dalam plastik bukan sekadar pelepas dahaga, tapi juga simbol kecil dari kehidupan sehari-hari yang hangat dan apa adanya
Jadi, kalau berkunjung ke Tulungagung, jangan heran kalau es teh dalam plastik bukan sekadar pelepas dahaga, tapi juga simbol kecil dari kehidupan sehari-hari yang hangat dan apa adanya

RADAR TULUNGAGUNG - Kalau mampir ke warung-warung kecil di Tulungagung, ada satu pemandangan yang hampir pasti ditemui gelas plastik berisi es teh, ditutup rapat dengan karet gelang.

Bukan botol, bukan cup modern bersegel, tapi plastik sederhana yang sudah jadi ciri khas.

Baca Juga: Kenapa Warung Es Degan Mudah Ditemui di Pinggir Jalan Tulungagung? Ini Rahasia dan Keunikannya

Fenomena ini bukan sekadar soal minuman, tapi juga bagian dari budaya keseharian masyarakat. Es teh dalam plastik terasa lebih praktis murah, gampang dibawa pulang, dan porsinya pas untuk mengobati dahaga siang hari.

Satu plastik es teh biasanya dibanderol seribu hingga dua ribu rupiah harga yang ramah kantong semua kalangan.

Baca Juga: Es Durian Kekinian, Cerminan Budaya dan Gaya Hidup Kuliner di Pekanbaru

Selain itu, ada nilai nostalgia yang melekat. Banyak orang mengaitkan es teh plastik dengan masa kecil, saat pulang sekolah dan membeli minuman dingin di warung dekat rumah. Rasa manis segarnya seolah jadi kenangan yang tak lekang oleh waktu.

Baca Juga: Tukang Es Tulungagung Keliling yang Memiliki Sisi Unik

Menariknya, meski sekarang sudah banyak kafe dan kedai modern menjual minuman kekinian, es teh plastik dengan karet tetap tak tergeser.

Justru keberadaannya makin menunjukkan keunikan lokal: sederhana, merakyat, dan penuh cerita.

Jadi, kalau berkunjung ke Tulungagung, jangan heran kalau es teh dalam plastik bukan sekadar pelepas dahaga, tapi juga simbol kecil dari kehidupan sehari-hari yang hangat dan apa adanya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
Sumber : DIOLAH
warung tulungagung teh plastik karet es