RADAR TULUNGAGUNG - Di era serba digital seperti sekarang, ketika orang bisa menabung lewat aplikasi bank hanya dengan sentuhan jari, ada kebiasaan lama di Tulungagung yang masih bertahan menyimpan uang di celengan tanah liat.
Benda sederhana berbentuk bulat atau menyerupai ayam jago ini ternyata masih punya tempat istimewa di hati banyak orang.
Baca Juga: Gaya Investasi Ala Bocah Tulungagung Nabung Celengan Kaleng di Era Digital
Bagi sebagian orang Tulungagung, celengan bukan sekadar wadah koin receh. Ia punya makna lebih dalam sebagai simbol kesabaran, kejujuran, dan cara mengelola uang yang paling “aman”.
Aman bukan karena tak bisa dicuri, tapi karena tidak bisa diambil sembarangan. Kalau butuh uang, harus rela memecah celengan. Itulah yang membuat banyak orang merasa celengan lebih efektif daripada dompet.
Baca Juga: Tren Tas Gen Z, Bag Charms Jadi Aksesori Wajib yang Bikin Tampilan Makin Kekinian
Selain itu, celengan tanah liat menghadirkan nuansa nostalgia. Banyak yang mengingat masa kecil, ketika orang tua memberi celengan ayam atau kendi kecil untuk menyimpan uang jajan.
Momen memecahkan celengan menjelang Lebaran atau tahun ajaran baru selalu jadi kejutan menyenangkan ibarat membuka harta karun.
Baca Juga: Tren Coffee Rave Makin Mendunia: Gaya Hidup Gen Z dengan Kopi, Musik DJ, dan Vibes Positif
Di warung-warung tradisional Tulungagung, celengan tanah liat masih mudah dijumpai. Harganya murah, bentuknya lucu, dan tetap laris dibeli meski ATM dan e-wallet sudah ada di mana-mana.
Bagi sebagian warga, menabung di celengan tanah liat terasa lebih nyata: bunyi koin yang jatuh, rasa puas setiap kali mengisinya, hingga berat celengan yang kian bertambah dari hari ke hari.
Celengan tanah liat memang sederhana, tapi justru di situlah letak keistimewaannya. Ia bukan hanya tentang menabung, melainkan juga tentang merawat tradisi, melatih kesabaran, dan menjaga rasa syukur dalam hal-hal kecil.
Mungkin inilah alasan mengapa di Tulungagung, celengan tanah liat tidak pernah benar-benar hilang karena ia bukan sekadar tempat menyimpan uang, melainkan juga menyimpan kenangan. ****
Editor : Dharaka R. Perdana