RADAR TULUNGAGUNG - Sebagian siswa di wilayah Kecamatan Tulungagung dan Kedungwaru harus bersabar. Sebab, dapur MBG di SPPG Panen Resto tutup.
Pihak mitra menyayangkan penutupan yang dilakukan secara sepihak SPPG Panen Resto. Sedangkan, fraksi PKB DPRD Tulungagungturut buka suara atas kondisi ini.
Sunardi, mitra SPPG Panen Restro saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Kamis (25/9) lalu mengatakan, SPPG Panen Resto mulai melayani pengolahan MBG per 1 September lalu. Lalu, dia mengaku kaget begitu pihak kepala dapur menghentikan kegiatan pelayanan.
"Kami di mitra ndak tahu. Itu yang menghentikan adalah dari kepala dapur. Mitra tidak dikasih tahu kenapa, tahu-tahu ditutup" tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Sunardi lantas coba menghubungi pihak BGN. Pihak BGN mengungkapkan tak akan menutup dapur SPPG jika tidak terjadi hal-hal yang bertentangan dengan prinsip-prinsip dalam program nasional ini.
Untuk diketahui, SPPG Panen Resto melayani program MBG di beberapa lembaga sekolah yang ada di wilayah Kecamatan Tulungagung dan Kedungwaru.
Sunardi mengaku dirugikan atas tindakan menutup SPPG secara sepihak ini. Dia juga menginginkan keterangan resmi dari pihak-pihak terkait agar masalah ini bisa segera terurai.
"Kami nggak tahu. Saya sama dengan teman-teman yang kerja di sini juga rugi kalau ditutup. Kami sudah investasi. Ini yang harus dipertanyakan alasan yang sebenarnya kayak apa," ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Fraksi PKB DPRD Tulungagung, Fuad Ashari menerangkan bahwa pihaknya sedang memantau kondisi yang ada. Nah, hasil pengamatan ini nantinya akan dijadikan data dan bahan dalam rapat fraksi.
"Kalau fraksi PKB hari ini memantau adanya program makan bergizi gratis itu di dapilnya masing-masing. Sehingga persoalan-persoalan itu nanti akan dibawa kepada rapat fraksi," ungkapnya.
Lalu, hasil rapat fraksi selanjutnya akan disampaikan kepada pimpinan untuk selanjitnya disikapi secara kelembagaan oleh DPRD. "Karena itu kan program nasional," sebutnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana