RADAR TULUNGAGUNG - Di tengah era digital, ketika musik bisa dengan mudah didengar lewat Spotify atau YouTube, ada satu fenomena menarik yang masih bertahan di Tulungagung.
Orang Tulungagung masih suka membeli kaset dan VCD dangdut di pasar malam.
Baca Juga: Rahasia Kenapa Orang Tulungagung Suka Jajan di Pasar Malam, dari Kuliner hingga Hiburan Keluarga
Bagi sebagian orang, ini bukan sekadar soal mendengarkan musik, melainkan soal nostalgia.
Kaset dan VCD dangdut sering jadi pengingat masa lalu, ketika hiburan rumah tangga belum semudah menekan layar ponsel.
Dulu, sepulang dari pasar malam, orang-orang dengan bangga memutar VCD di rumah, berkumpul bersama keluarga atau tetangga sambil menikmati suara merdu penyanyi dangdut idolanya.
Baca Juga: Pasar Malam Tulungagung Antara Hiburan, Mitos, dan Jajanan yang Bikin Rindu
Selain itu, ada juga faktor aksesibilitas dan harga. Di pasar malam, kaset atau VCD bisa dibeli dengan harga yang sangat terjangkau.
Bahkan, dengan Rp10 ribu saja, seseorang bisa pulang membawa hiburan berjam-jam.
Bagi masyarakat yang mungkin tidak terbiasa atau tidak nyaman dengan aplikasi streaming berbayar, membeli kaset atau VCD masih terasa lebih praktis dan nyata ada barangnya, bisa dipegang, bisa diputar kapan saja tanpa kuota internet.
Baca Juga: Permainan Khas Pasar Malam Ini Masih Eksis Dimainkan Para Pengunjung
Yang menarik, penjual VCD dangdut di pasar malam juga punya trik jitu memutar musik keras-keras di lapak mereka.
Suara itu mengundang perhatian, membuat orang singgah, lalu tanpa sadar tergoda membeli.
Ditambah lagi, ada sensasi koleksi fisik menyusun kaset dan VCD di rak rumah masih dianggap menyenangkan bagi sebagian orang.
Jadi, meski zaman sudah serba digital, kaset dan VCD dangdut di pasar malam tetap punya tempat istimewa di hati masyarakat Tulungagung.
Mereka bukan sekadar produk hiburan, tapi juga bagian dari budaya, nostalgia, dan cara sederhana untuk menikmati musik. ****
Editor : Dharaka R. Perdana