TULUNGAGUNG – Kepedulian dan semangat berbagi tak henti ditunjukkan keluarga besar PG Modjopanggoong.
Bertempat di Masjid An-Nur PG Modjopanggoong, Jumat Legi (26/9), sebanyak 102 anak yatim menerima santunan kasih sayang dari para karyawan pabrik.
Tak hanya menjadi momen haru dan syukur, kegiatan ini juga menjadi bukti nyata solidaritas dan nilai kemanusiaan yang tumbuh subur di lingkungan kerja.
Menariknya, santunan ini bukan bagian dari program CSR perusahaan, melainkan lahir dari inisiatif murni seluruh karyawan, mulai dari jajaran manajemen hingga staf operasional, yang berpatungan secara sukarela setiap Jumat Legi.
Agenda berbagi ini telah menjadi tradisi spiritual yang penuh makna di PG Modjopanggoong.
“Ini bentuk kepedulian kami, bukan program perusahaan. Semua karyawan terlibat dan berkontribusi langsung. Harapannya, selain membantu anak-anak yatim, kegiatan ini membawa keberkahan bagi pabrik dan seluruh proses kerja, terutama musim giling tebu,” tutur GM PG Modjopanggoong, Sugiyanto, saat menyerahkan santunan.
Suasana hangat terasa usai salat Jumat di Masjid An-Nur.
Ratusan anak berkumpul dengan antusias.
Senyum mereka mengembang saat menerima bantuan tali asih.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran manajer pabrik, takmir masjid, dan seorang ustad yang memimpin doa bersama, memohon kelancaran dan keselamatan bagi semua pihak yang terlibat dalam aktivitas produksi.
Sugiyanto menambahkan, ada dua jenis santunan yang rutin digelar PG Modjopanggoong.
Pertama, santunan tahunan yang dilaksanakan saat acara buka giling.
Kedua, santunan Jumat Legi yang dilaksanakan secara rutin oleh para karyawan tanpa intervensi manajemen perusahaan.
“Kami yakin doa anak-anak yatim yang tulus mampu menjadi penguat moral dan spiritual bagi seluruh keluarga besar PG Modjopanggoong. Semoga musim giling berjalan lancar, hasilnya melimpah, berkah, dan seluruh karyawan senantiasa sehat serta dalam lindungan Allah SWT,” harapnya penuh keyakinan.
Dengan adanya kegiatan ini, PG Modjopanggoong tidak hanya berperan sebagai pelaku industri gula, tetapi juga sebagai pilar sosial yang peduli dan hadir bagi masyarakat sekitar, terutama mereka yang membutuhkan uluran kasih sayang. (yay/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri