RADAR TULUNGAGUNG – Upaya memperkuat akses pendidikan dan pemberdayaan desa terus digencarkan di Kecamatan Kalidawir, Tulungagung.
Pada Jumat (3/10), General Manager Radar Tulungagung, Andrian Sunaryo, bersilaturahmi dengan Ketua AKD Kalidawir sekaligus Kades Karangtalun Agus Imam Wijayanto.
Pertemuan yang berlangsung akrab di kantor desa tersebut menghasilkan komitmen sinergitas dalam bidang pendidikan dan tata kelola Dana Desa.
Dalam forum tersebut, Adrian Sunaryo memaparkan sejumlah program strategis, mulai dari RPDL (Rencana Pemberdayaan Desa Lokal), RPLN (Rencana Pemberdayaan Lembaga Negeri), hingga RPLD (Rencana Pemberdayaan Lokal Desa).
Semua program diarahkan untuk meningkatkan kapasitas perangkat desa sekaligus membuka akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat.
Agus Imam Wijayanto menilai program ini sebagai peluang emas. Menurutnya, akses kuliah yang lebih dekat dengan masyarakat desa dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kapasitas perangkat desa.
“Kalau perangkat desa semakin terlatih, semakin memahami tata kelola Dana Desa, maka pembangunan bisa lebih transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain soal pendidikan, pertemuan juga menyoroti pentingnya optimalisasi pemanfaatan Dana Desa. Andrian menegaskan bahwa dana ini tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga untuk pemberdayaan perangkat desa.
“Radar Tulungagung hadir bukan sekadar menyajikan informasi, tapi juga sebagai mitra pembangunan. Kami siap menjembatani, memberikan referensi, dan mendorong desa agar lebih percaya diri mengelola anggaran serta program kerja,” tegasnya.
Kolaborasi lintas sektor antara media, akademisi, dan pemerintah desa ini diharapkan menjadi kunci membangun SDM unggul di tingkat lokal.
Dengan pola pemberdayaan yang inklusif, masyarakat desa di Tulungagung kini memiliki peluang lebih besar untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mendukung pembangunan yang transparan dan berkelanjutan.
Semua berharap kerja sama yang sudah terjalin selama ini bisa terus berlanjut di masa yang akan datang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana